1. Institusi Keluarga
Peran keluarga adalah yang paling besar dari pada elemen-elemen yang saudara sebutkan di atas. Karena keluarga adalah elemen utama terciptanya kontrol sosial. Keluarga sebagai pondasi utama dalam ketahanan sosial. Keluarga yang memiliki pola hubungan asosiatif, ia akan melahirkan penerus generasi yang baik dan teratur. Sedangkan keluarga yang memiliki pola hubungan disasosiatif, ia akan melahirkan generasi yang pembangkang serta sulit untuk diatur.
Keluarga harus memiliki fungsi afeksi (kasih sayang) sehingga sang anak akan selalu merasa aman dan nyaman. Apabila keluarga tidak dapat memberikan fungsi afeksi, maka akan timbul masalah-masalah sosial yang lahirnya dari masalah keluarga, seperti narkoba, minum-minuman keras, seks bebas, dll. Maka dari itu, keluarga sebagai sistem terkecil yang ada di masyarakt harus memiliki elemen-elemen yang berkaitan dan membentuk proses dan produk. Memberi afeksi serta dapat memiliki quality time demi terciptanya pola hubungan yang asosiatif.
2. institusi Pendidikan
Pendidikan sebagai kontrol sosial mampu untuk mendidik para peserta didik untuk memiliki budi pekerti luhur, untuk memliki sikap dan perilaku yang baik. Pendidikan menjadi kunci dalam menciptakan kontrol sosial, karena dalam hal ini pendidikan dapat membantu untuk menciptakan generasi terbaik setelah dari elemen keluarga. Maurice Duverger mengatakan, "Pendidikan merupakan usaha yang secara sadar dilakukan dengan maksud untuk mewariskan kepada generasi-generasi yang baru semua pengalaman peradaban yang dikembangkan oleh generasi-generasi terdahulu.
3. institusi Agama
Agama merupakan elemen vital dalam kontrol sosial. Banyak ajaran-ajaran penting yang diajarkan oleh semua agama, salah satunya adalah bagaimana kita bersosialisasi di dalam kehidupan masyarakat. Syariat-syariat dari agama ialah sebagaimana kontrol sosial itu. Misalkan agama Islam menyuruh kita untuk menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda ialah sebaik-baiknya tingkah laku apabila kita mengamalkan ajaran tersebut.
