[PDF] Download Pemikiran, Konsep dan Doktrin Keilmuan Sumbangan Henri Fayol Terhadap Dunia Manajemen

Henri Fayol's Potrait ca 1900 | credit: wikimedia.org


Sekilas Mengenai Latar Belakang Keilmuan Henri Fayol

Setelah sebelumnya membahas mengenai biografi dan latar belakang keluarga serta pendidikan tokoh manajemen dan sosiologi kenamaan, Henri Fayol, berikut akan dibahas tentang sumbangsih atau kontribusi pemikiran pemikiran, konsep dan doktrin karya Henri Fayol sebagai pakar manajemen dan organisasi modern yang berkaitan dengan bidang-bidang manajemen.

Baca sebelumnya: BIOGRAFI TOKOH MANAJEMEN - Masa Muda dan Awal Karir Henri Fayol


Dalam karyanya, Henri Fayol membangun sebuah teori manajemen paling dasar dan dashyat serta dapat digunakan sebagai standard manajemen pendidikan dan pelatihan formal pada sebuah organisasi.

Karya-karya masterpiece Henri Fayol yang menjadi milestone atau pedoman pokok dunia manajemen adalah buku tentang manajemen industri, manajemen umum dan prinsip-prinsip umum kegiatan manajemen. Karyanya dipublikasikan pada tahun 1929 dan baru diterbitkan di Amerika Serikat pada sekitar tahun 1949 dan sangat fenomenal di zamannya.

Sumbangan Pertama Henri Fayol Terhadap Dunia Manajemen: Pembagian 6 Kelompok Fungsi Organisasi

Dalam kegiatan manajemen, mulanya Henri Fayol mengelompokkan seluruh aktivitas organisasi menjadi enam bagian berdasarkan fungsinya, ke-6 kelompok fungsi aktivitas organisasi tersebut adalah:

  1. Teknik, fungsinya melakukan proses perancangan, produksi, manufaktur, adaptasi
  2. Komersial, bertugas untuk melakukan kegiatan pembelian, penjualan dan pertukaran
  3. Finansial, merupakan departemen yang mencari cara penggunaan modal yang optimal dan efisien
  4. Keamanan atau Security, berfungsi sebagai pelindung aset dan SDM
  5. Akuntansi, adalah departemen yang bertugas untuk mengelola persediaan (stock), rugi-laba, biaya dan pengeluaran serta statistik
  6. Manajerial, merupakan bagian perencanaan, pengorganisasian, memimpin, koordinasi, dan kontrol atau pengendalian jalannya sebuah organisasi


Sumbangan Kedua Henri Fayol Terhadap Dunia Manajemen: Metode Manajemen Organisasi Professional (POSDCORB)

Selain itu, Henri Fayol berpendapat bahwa untuk dapat melakukan proses pengelolaan organisasi atau kegiatan manajemen professional diperlukan keahlian atau hal-hal sebagai berikut:

Merencanakan (Planning)

Rencana yang baik adalah rencana yang mengandung unsur fleksibel, berkelanjutan atau kontinuitas, relevan sesuai dengan keadaan, dan terukur akurat. Ini dimaksudkan untuk menyatukan elemen elemen organisasi agar fokus pada masalah, prioritas, dan kondisi bisnis yang sedang berlangsung.

Fungsi lain dari perencanaan adalah sebagai prediksi jangka panjang pada bidang industri dan ekonomi, intuisi pemikir kunci serta analisis strategi dari staf perencanaan yang ahli (biasanya diletakkan pada bagian PPIC di perusahaan manufaktur).

Seorang manajer harus memiliki keahlian dalam bidang seni menghadapi manusia (masterminding), dan memiliki kemampuan memanfaatkan energi serta memiliki keberanian moral yang terukur untuk efektivitas perencanaan jalannya sebuah organisasi.

Hal yang tak kalah penting menurut Henri Fayol adalah perpindahan jabatan (rotasi jabatan), memiliki kompetensi pada persyaratan yang diinginkan dalam bisnis, memiliki pengalaman bisnis, serta dapat menghasilkan ide kreatif adalah syarat mutlak bagi seorang manajer dalam melakukan proses perencanaan aktivitas organisasi yang matang.

Mengorganisasikan (Organizing)

Aktivitas pengorganisasian atau organizing adalah lebih kepada upaya tanggung jawab dan otoritas kebijakan. Seperti adanya mengenai aliran komunikasi dan penggunaan sumber daya, Henri Fayol menjabarkan tugas para manajer dalam tingkat organisasi sebagai berikut:

  • Memastikan rencana benar-benar siap dan telah diterapkan
  • Memastikan sumber daya manusia dan struktur material sesuai dengan tujuan, sumber daya, dan kebijakan operasi umum
  • Membentuk otoritas atau lembaga petunjuk dan bagian komunikasi dalam organisasi yang bersangkutan
  • Melakukan harmonisasi aktivitas dan pengkoordinasian usaha-usaha organisasi
  • Memformulasikan secara jelas keputusan-keputusan yang tepat sasaran dan waktunya
  • Mengatur seleksi personalia yang efisien dengan mempertimbangkan kelebihan-kelemahan karyawan yang bertugas
  • Menetapkan jobdesk atau tugas masing-masing individu secara jelas
  • Mendorong sifat inisiatif tinggi dan rasa tanggung jawab sesama anggota organisasi
  • Memelihara dan menjaga kedisiplinan anggota organisasi
  • Memastikan kepentingan pribadi berada di bawah kepentingan perusahaan, tidak boleh ada bagian yang semaunya sendiri
  • Memberikan perhatian yang lebih pada bagian otoritas pemberian perintah kerja
  • Mengelola keteraturan sumber daya manusia dan persediaan material agar saling sesuai
  • Memastikan aktivitas kerja dan proses organisasi berjalan sesuai yang seharusnya
  • Mengurangi kebijakan yang berlebihan dan penyalahgunaan wewenang ataupun tugas yang terlalu kaku (red tape)
  • Menawarkan kompensasi, reward atau gaji yang adil-berimbang untuk pelayanan yang memuaskan
  • Memberikan sanksi tegas atas pelanggaran dalam kasus penyimpangan yang terjadi


Mengkoordinasi (Coordinating)

Koordinasi melibatkan waktu dan rentetan aktivitas yang dengannya semua proses dan aktivitas organisasi berjalan dengan baik, mengalokasikan sumber daya yang tepat, waktu dan prioritas, menyesuaikan tujuan sampai pada pencapaiannya.

Dalam langkah koordinasi seorang manajer atau pemberi komando harus bertanggungjawab terhadap tugas-tugasnya yang meliputi:

  • Meningkatkan ketelitian personel kerja
  • Menghapus hal-hal yang tidak perlu
  • Bekerja sama dengan para asisten senior untuk memastikan kesatuan pengelolaan dan fokus pada usaha agar tujuan bersama dapat tercapai
  • Menimbang dengan cermat kesepakatan antara bisnis dan pekerjanya
  • Memberikan dan menjadi contoh yang tepat
  • Mengadakan audit organisasi secara berkala sebagai bahan evaluasi rutin
  • Tidak membuang waktu dan tenaga pada masalah-masalah sepele atau sangat mendetail
  • Menciptakan energi positif yang membangun, inisiatif, loyalitas, dan perlakuan sama di antara para pekerja (adil)

goals setting


Mengontrol/mengendalikan (Controlling)

Bagi manajer dan pimpinan komando, kegiatan pengendalian berarti meliputi kegiatan untuk mengecek apakah semua hal berjalan sesuai dengan rencana, sesuai prinsip yang dibangun, dan sejalan dengan instruksi yang dirancang sebelumnya.

Pengendalian juga meliputi kegiatan berikut:

  • Melakukan tindakan korektif secara tepat atas permasalahan yang timbul
  • Mengetahui kelemahan, kesalahan, dan penyimpangan-penyimpangan dari rencana yang diputuskan
  • Memastikan rencana agar selalu sesuai dengan keadaan (tidak kaku, namun harus fleksibel sesuai keadaan yang sedang terjadi)


Sumbangan Ketiga Henri Fayol Terhadap Dunia Manajemen: Mengedepankan Sisi Humanitas Para Pekerja

Fayol menegaskan bahwa setiap kebijakan yang berkaitan dengan pekerja harus berasal dari hasil dari pemikiran yang cermat dan tepat guna. Pekerja harus menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan materi keterampilan yang didapat dari proses awal selama pelatihan (training).

Pekerja juga harus diberikan kesempatan untuk beroleh kenaikan jabatan yang adil dan berimbang. Mereka juga harus diberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan tambahan, agar mendapat keterampulan tambahan jika memungkinkan untuk menjabat pekerjaan yang lain bidangnya dengan jabatan sebelumnya. Fayol juga memberikan contoh-contoh prosedur yang terkait dengan penulisan peringatan dan proteksi melawan ketidakadilan.

Sumbangan Ke-empat Henri Fayol Terhadap Dunia Manajemen: Mengenalkan 14 Prinsip Dasar Manajemen

Selain itu Henri Fayol mengenalkan 14 prinsip manejemen sebagai aturan yang mendasar atau Fundamental, sebagai berikut:

  • Divisi kerja bertugas sebagai spesialisasi yang memperkenankan indivu untuk membangun keahlian dan dengannya lebih produktif
  • Otoritas adalah bagian yang diberikan hak dalam pemberian perintah, disertai dengan tanggung jawab yang tepat atas wewenangnya
  • Disiplin, akan dapat terjadi pada pekerja yang mematuhi aturan hanya jika para manajer memainkan perannya dengan kepempinan yang baik, menjadi contoh yang sesuai
  • Kesatuan perintah, maksudnya hanya terdapat satu orang sebagai atasan atau boss sehingga tidak terjadi konflik dalam pemberian perintah
  • Kesatuan arah, diindikasikan dengan kondisi staf yang terlibat dalam aktivitas yang sama harus memiliki tujuan yang sama pula
  • Kepentingan pribadi harus dikesampingkan dan menjunjung tinggi kepentingan-kepentingan bersama, ini dimaksudkan agar kepentingan organisasi menjadi prioritas pertama, melebihi kepentingan kelompok, sebagaimana kepentingan dari tim yang disepakati melebihi kepentingan individual
  • Pemberian gaji, reward dan insentif harus diberikan secara adil dan berimbang sesuai dengan kontribusi masing-masing sehingga menimbulkan produktivitas lebih dengan diberikannya imbalan yang baik
  • Sentralisasi, maksudnya disini tidak ada rancangan khusus untuk mendukung sentralisasi atau desentralisasi wewenang, mayoritas berjalan tergantung pada kondisi yang mengoptimalkan kegiatan bisnis
  • Rantai skala, Henri Fayol menjelaskan bahwa meskipun hierarki atau pembagian kekuasaan adalah esensial, ini tidak selalu membuat komunikasi menjadi lancar; komunikasi lateral dengan hal demikian juga menjadi hal yang sangat mendasar
  • Keteraturan, dimaksudkan untuk menghindari duplikasi dan aktivitas yang sia-sia sehingga menjadi organisasi yang efektif dan efisien
  • Kesamaan atau egality, kumpulan dari kebaikan, persamaan nasib dan keadilan yang terkait dengan sesama pekerja
  • Stabilitas kedudukan, bahwa kesuksesan yang gemilang pada sebuah bisnis berasal dari stabilitas yang mapan pula dalam proses pengelolaan bisnis tersebut
  • Inisiatif, diciptakan untuk mendorong tenaga manusia agar menggunakan inisiatif mereka sebagai sumber daya yang kuat bagi organisasi
  • Rasa persatuan, seorang manajer dan sistem manajemennya harus membantu perkembangan moral dari para pekerja dan men-support setiap orang pada masing-masing bagian untuk menggunakan kemampuan mereka semaksimal mungkin sebagai bentuk aktualisasi diri


Hal-hal diatas merupakan sumbangsih atas pemikiran, konsep dan doktrin yang diberikan Henri Fayol terhadap dunia manajemen industri maupun pada umumnya. Henri Fayol dikenal sebagai bapak manajemen yang karya-karyanya tidak dapat diragukan lagi sebagai ‘kitab suci’ para manager dunia baik awam maupun yang sudah ahli dan professional.

Untuk download file PDF makalah Pemikiran, Konsep dan Doktrin Keilmuan Sumbangan Henri Fayol Terhadap Dunia Manajemen bisa diklik dan ikuti tautan disini.

Posting Komentar

© Dipinterin. All rights reserved. Developed by Dipinterin