Rabu, 10 Oktober 2018, 14:41
Pada inisiasi 2 sudah diinformasikan kepada kalian untuk mendiskusikan tentang GSB yang terkait dengan gerakan peduli lingkungan di lingkungan tempat tinggal atau kerja Anda. Saya tulis ulang kembali menulis tema diskusi 2 pada forum diskusi ini, dan silahkan kalian diskusikan lalu menuliskan pendapat Anda ! Terimakasih.
Jawab :
GERAKAN SOSIAL BARU & CIVIL SOCIETY
Penilaian maksimum:66 (1)
Pada inisiasi 2 sudah diinformasikan kepada kalian untuk mendiskusikan tentang GSB yang terkait dengan gerakan peduli lingkungan di lingkungan tempat tinggal atau kerja Anda. Saya tulis ulang kembali menulis tema diskusi 2 pada forum diskusi ini, dan silahkan kalian diskusikan lalu menuliskan pendapat Anda ! Terimakasih.
Jawab :
GERAKAN SOSIAL BARU & CIVIL SOCIETY
Sesungguhnya, gerakan masyarakat sipil bukanlah semata bertujuan untuk menjadi oposisi terhadap pemerintah dan para elit politik. Sifat “oposisi” justru hanya sebagian saja dari tujuan gerakan mereka. Karena sesungguhnya, yang menjadi tujuan gerakan mereka adalah tercapainya keadilan dalam arti seluas-luasnya, mewujudkan kesejahteraan dan menegakkan kebenaran. Maka, agenda menuntut kenaikan upah misalnya, itu pun hanya sebagian saja dari kesejatian gerakan ini. Jika gerakan yang berorientasi keadilan material itu disebut ”gerakan sosial lama”, maka gerakan yang berorientasi lebih jauh dari itu disebut ”gerakan sosial baru” (GSB atau new social movement/NSM).
Touraine mendefinisikan GSB sebagai gerakan sejumlah warga masyarakat yang secara budaya terlibat dalam konflik sosial, yang tujuan dan strateginya memiliki pertalian sosial dan rasionalitas sendiri.[1] Lebih lanjut ia menjelaskan tiga hal pokok yang tercakup dalam GSB:
1) Disebut baru, karena secara kualitatif berbeda dengan gerakan sosial lama, seperti organisasi buruh dan petani, yang terutama menaruh perhatian pada keadilan ekonomi dan sosial politik;
2) Gerakan ini berkait erat dengan isu sosial;
3) Gerakan ini terdiri dari kelompok-kelompok perorangan tetapi membentuk unsur gerakan yang lebih besar. Akan halnya Larana dkk.
mengidentifikasi ciri-ciri GSB sebagai berikut:
1) mentransendensikan struktur kelas;
2) memperlihatkan kemajemukan gagasan dan nilai-nilai;
3) memfokuskan pada isu-isu budaya dan simbolik yang lebih terkait dengan identitas daripada ekonomi;
4) hubungan antara individu dan ekonomi kabur;
5) melibatkan segi-segi pribadi dan keakraban kehidupan manusiawi; 6) mengandalkan semangat anti-kekerasan dan pembangkangan sipil;
7) berkaitan dengan adanya krisis kredibilitas dan ruang partisipasi;
8) cenderung tersegmentasi, kabur, dan terdesentralisasikan.
Dengan penekanan yang agak berbeda, Young mengatakan bahwa GSB biasanya merupakan jaringan dari kelompok-kelompok lokal tertentu yang tak terkait dengan gerakan massa dari suatu partai politik atau suatu perserikatan, serta yang memiliki prinsip dan cara tersendiri dalam melakukan aksi-aksi protes. Untuk lebih jelasnya, berikut dikutip penjelasan Young
Sehingga jelaslah bahwa kita sebagai elemen masyarakat memiliki kiprah yang harus terus dikembangkan, termasuk agama agama yang ada di Indonesia. GSB adalah gerakan ANTIKEKERASAN, inilah inti demokrasi, dan bukan DEMOCRAZY.