Selasa, 13 November 2018, 14:31
Pada diskusi 7 silahkan Anda jawab dan diskusikan pertanyaan berikut ini:
1. Jelaskan perbedaan antara proposisi majemuk dengan proposisi tunggal dan proposisi kategoris dengan disertai contohnya?
2. Jelaskan perbedaan antara proposisi hipotesis, proposisi disjungtif dan proposisi konjungtif sebagai proposisi majemuk dengan contoh-contohnya?
Selamat berpartisipasi dalam diskusi!
Didik Setiyadi
1. Jelaskan perbedaan antara proposisi majemuk dengan proposisi tunggal dan proposisi kategoris dengan disertai contohnya?
1. Proposisi berdasarkan bentuk
– Proposisi bentuk tunggal
Adalah proposisi yang terdiri atas satu subyek dan satu predikat
contoh :
adik menangis
– proposisi bentuk majemuk
Adalah suatu proposisi yang terbentuk atas satu subjek dan lebih dari satu predikat.
Pada diskusi 7 silahkan Anda jawab dan diskusikan pertanyaan berikut ini:
1. Jelaskan perbedaan antara proposisi majemuk dengan proposisi tunggal dan proposisi kategoris dengan disertai contohnya?
2. Jelaskan perbedaan antara proposisi hipotesis, proposisi disjungtif dan proposisi konjungtif sebagai proposisi majemuk dengan contoh-contohnya?
Selamat berpartisipasi dalam diskusi!
Didik Setiyadi
1. Jelaskan perbedaan antara proposisi majemuk dengan proposisi tunggal dan proposisi kategoris dengan disertai contohnya?
1. Proposisi berdasarkan bentuk
– Proposisi bentuk tunggal
Adalah proposisi yang terdiri atas satu subyek dan satu predikat
contoh :
adik menangis
– proposisi bentuk majemuk
Adalah suatu proposisi yang terbentuk atas satu subjek dan lebih dari satu predikat.
Contoh :
clara belajar menyanyi dan belajar bermain gitar
Ada 4 proposisi di dalam kelompok Kategoris:
1) Proposisi Universal Afirmatif, disebut proposisi tipe A dalam ilmu Logika, yaitu proposisi yang menerangkan keadaan yang berlaku kepada semua anggota di dalam suatu kelompok benda tanpa kecuali.
Contoh: Seluruh bangsa Indonesia terdiri dari manusia.
2) Proposisi Universal Negatif, disebut proposisi tipe E dalam ilmu Logika, yaitu proposisi yang menerangkan keadaan yang tidak berlaku kepada semua anggota di dalam kelompok suatu benda tanpa kecuali.
Contoh: Semua manusia tidak abadi.
3) Proposisi Partikular Afirmatif, disebut proposisi tipe I dalam ilmu Logika, yaitu proposisi yang menjelaskan keadaan yang hanya berlaku bagi sebagian anggota di dalam kelompok suatu benda.
Contoh: Beberapa orang ada yang jahat.
4) Proposisi Partikular Negatif, disebut proposisi tipe O dalam ilmu Logika, yaitu proposisi yang menjelaskan keadaan yang tidak berlaku untuk sebagian anggota di dalam kelompok suatu benda.
Contoh: Sebagian manusia tidak percaya Tuhan.
2. Jelaskan perbedaan antara proposisi hipotesis, proposisi disjungtif dan proposisi konjungtif sebagai proposisi majemuk dengan contoh-contohnya?
1. Proposisi Hipotesis
Pernyataan yang terdiri atas dua bagian, saling ketergantungan: satu sebagi anteseden (premis) satu sebagai konsekuen (kesimpulan)
Proposisi hipotesis ada 3 (tiga):
a. Proposisi Hipotesis kondisional (implikasi);
b. Proposisi Hipotesis Bikondisional (ekuivalen atau biimplikasi).
a. Proposisi Hipotesis Kondisional
Ditandai dengan “ jika… maka …” atau “jika p maka q dan q belum tentu p”.
Proposisi hipotesis kondisional bernilai salah jika nilai anteseden benar dan konsekuen salah.
b. Proposisi Hipotesis Bikondisional
a. Ditandai dengan “jika dan hanya jika…maka…” atau “jika p maka q dan jika q maka p”.
b. Proposisi ini bernilai benar jika nilai kedua komponennya bernilai sama, yakni benar-benar atau salah-salah.
2. Proposisi Disjungtif
Ditandai dengan “atau”
Proposisi disjungtif dibagi menjadi 3 macam :
1. Disjungsi eksklusif;
2. Disjungsi inklusif;
3. Disjungsi alternatif.
clara belajar menyanyi dan belajar bermain gitar
Ada 4 proposisi di dalam kelompok Kategoris:
1) Proposisi Universal Afirmatif, disebut proposisi tipe A dalam ilmu Logika, yaitu proposisi yang menerangkan keadaan yang berlaku kepada semua anggota di dalam suatu kelompok benda tanpa kecuali.
Contoh: Seluruh bangsa Indonesia terdiri dari manusia.
2) Proposisi Universal Negatif, disebut proposisi tipe E dalam ilmu Logika, yaitu proposisi yang menerangkan keadaan yang tidak berlaku kepada semua anggota di dalam kelompok suatu benda tanpa kecuali.
Contoh: Semua manusia tidak abadi.
3) Proposisi Partikular Afirmatif, disebut proposisi tipe I dalam ilmu Logika, yaitu proposisi yang menjelaskan keadaan yang hanya berlaku bagi sebagian anggota di dalam kelompok suatu benda.
Contoh: Beberapa orang ada yang jahat.
4) Proposisi Partikular Negatif, disebut proposisi tipe O dalam ilmu Logika, yaitu proposisi yang menjelaskan keadaan yang tidak berlaku untuk sebagian anggota di dalam kelompok suatu benda.
Contoh: Sebagian manusia tidak percaya Tuhan.
2. Jelaskan perbedaan antara proposisi hipotesis, proposisi disjungtif dan proposisi konjungtif sebagai proposisi majemuk dengan contoh-contohnya?
1. Proposisi Hipotesis
Pernyataan yang terdiri atas dua bagian, saling ketergantungan: satu sebagi anteseden (premis) satu sebagai konsekuen (kesimpulan)
Proposisi hipotesis ada 3 (tiga):
a. Proposisi Hipotesis kondisional (implikasi);
b. Proposisi Hipotesis Bikondisional (ekuivalen atau biimplikasi).
a. Proposisi Hipotesis Kondisional
Ditandai dengan “ jika… maka …” atau “jika p maka q dan q belum tentu p”.
Proposisi hipotesis kondisional bernilai salah jika nilai anteseden benar dan konsekuen salah.
b. Proposisi Hipotesis Bikondisional
a. Ditandai dengan “jika dan hanya jika…maka…” atau “jika p maka q dan jika q maka p”.
b. Proposisi ini bernilai benar jika nilai kedua komponennya bernilai sama, yakni benar-benar atau salah-salah.
2. Proposisi Disjungtif
Ditandai dengan “atau”
Proposisi disjungtif dibagi menjadi 3 macam :
1. Disjungsi eksklusif;
2. Disjungsi inklusif;
3. Disjungsi alternatif.
a. Disjungsi Eksklusif
i. Ditandai dengan “ atau “
ii. Dua bagian merupakan pilihan, tidak dapat menyatu dan ada kemungkinan ketiga;
iii.Proposisi ini bernilai benar kalau salah satu komponennya bernilai salah.
b. Disjungsi Inklusif
1. Ditandai dengan “dan atau” salah satu atau keduanya dapat benar.
2. Disjungsi inklusif bernilai benar jika salah satu komponennya bernilai benar.
c. Disjungsi Alternatif
1. Ditandai dengan “atau” tetapi dua bagian itu tidak dapat menyatu dan tidak ada kemungkinan ketiga;
2. Bernilai benar jika nilai kedua komponennya bernilai berbeda, yaitu benar-salah, atau salah-benar.
3. Proposisi Konjungtif
1. Proposisi majemuk yang menegaskan dua predikat dihubungkan dengan subjek yang sama.
2. Ditandai dengan “… dan …”
3. Bernilai benar jika nilai kedua komponennya bernilai benar.
Pengolahan Poposisi Majemuk
Hasil penalaran majemuk ada tiga kemungkinan yang bisa terjadi, yaitu:
1) Tautologi;
2) Kontradiksi;
3) Kontingensi.
1. Terjadi Tautolog
a. Konversi;
b. Inversi;
c. Kontraposisi
d. Kondisionaliti
e. Negasi Implikasi
f. Negasi Ekuivale
g. De Morgan;
h. Distribusi.
2. Terjadi Kontradiksi
Hasil akhir salah semua dari semua kemungkinan nilai logis.
3. Terjadi Kontigensi
Hasil akhir ada yang benar dan ada yang salah dari kemungkinan nilai logisnya.
Penilaian maksimum:79 (1)
i. Ditandai dengan “ atau “
ii. Dua bagian merupakan pilihan, tidak dapat menyatu dan ada kemungkinan ketiga;
iii.Proposisi ini bernilai benar kalau salah satu komponennya bernilai salah.
b. Disjungsi Inklusif
1. Ditandai dengan “dan atau” salah satu atau keduanya dapat benar.
2. Disjungsi inklusif bernilai benar jika salah satu komponennya bernilai benar.
c. Disjungsi Alternatif
1. Ditandai dengan “atau” tetapi dua bagian itu tidak dapat menyatu dan tidak ada kemungkinan ketiga;
2. Bernilai benar jika nilai kedua komponennya bernilai berbeda, yaitu benar-salah, atau salah-benar.
3. Proposisi Konjungtif
1. Proposisi majemuk yang menegaskan dua predikat dihubungkan dengan subjek yang sama.
2. Ditandai dengan “… dan …”
3. Bernilai benar jika nilai kedua komponennya bernilai benar.
Pengolahan Poposisi Majemuk
Hasil penalaran majemuk ada tiga kemungkinan yang bisa terjadi, yaitu:
1) Tautologi;
2) Kontradiksi;
3) Kontingensi.
1. Terjadi Tautolog
a. Konversi;
b. Inversi;
c. Kontraposisi
d. Kondisionaliti
e. Negasi Implikasi
f. Negasi Ekuivale
g. De Morgan;
h. Distribusi.
2. Terjadi Kontradiksi
Hasil akhir salah semua dari semua kemungkinan nilai logis.
3. Terjadi Kontigensi
Hasil akhir ada yang benar dan ada yang salah dari kemungkinan nilai logisnya.
Penilaian maksimum:79 (1)
