Tanah longsor, banjir bandang, banjir merupakan rutinitas kejadian alam yang akan terjadi pada tiap tahunnya. Berbagai penanganan telah dilakukan seperti pengerukan sungai, pelebaran drainase, dan lain lain. Tetapi kejadian tanah longsor, banjir bandang, banjir terus terjadi tiap tahunnya. Melihat ke berpuluh puluh tahun kebelakang kejadian bencana tersebut jarang terjadi. Dilihat dari kondisi lingkungan saat sekarang dengan dahulu, apa kaitan yang dapat anda jelaskan dengan kondisi sosial budaya saat sekarang dengan dahulu
- Kemukakan argumentasi anda tentang kondisi diatas?
- Bagaimana argumen anda bahwa salah satu solusi atau pemecahan perorangan maupun kolektif dalam mencari alternatif atau memberi solusi terhadap permasalahan lingkungan hidup yang ada sekarang dan untuk menghindari timbulnya masalah-masalah lingkungan hidup baru adalah dengan pendidikan lingkungan?
Jawaban :
Menurut saya, kondisi sosial budaya masyarakat yang semakin maju atau berkembang akan selalu mengorbankan lingkungan alam sebagai habitat dari manusia itu sendiri. Pada zaman dahulu jarang sekali terjadi bencana alam seperti tanah longsor dan banjir bandang karena alam masih terjaga keseimbangannya. Kondisi sosial masyarakat pada zaman dahulu juga masih sangat bersahabat dengan alam. Jadi alam tidak ‘memberontak’ kepada manusia.
Keadaan berubah kala manusia semakin banyak dan kebutuhan manusia semakin kompleks yang menyebabkan eksplorasi dan eksploitasi lingkungan tanpa memperhatikan daya dukung lingkungan tersebut. Akibatnya terjadi ketidakseimbangan anatara alam dan tuntutan sosial budaya masyarakat yang semakin materialis.
Sebagai contoh adalah perbandingan jumlah pohon dan populasi umat manusia di bumi yang berbanding terbalik. Mengenai hal ini, saya sangat mengagumi ajaran Hindu Dharma penduduk Bali dengan konsepnya; Tri Hita Karana. Yakni sebuah konsep penghormatan kepada alam dan Sang Pencipta Ida Hyang Widhi Wasa. Agar manusia dapat hidup selaras dengan alam.
Adalah betul bahwasannya semakin maju suatu kota, maka semakin bejat pula penduduk-penduduknya. Termasuk dalam hal ini adalah rusaknya moral sosial budayanya.
Pendidikan adalah upaya dasar untuk menyadarkan manusia untuk menjadi manusia seutuhnya. Pendidikan lingkungan sangat penting bagi generasi muda dan anak-anak agar mereka mengenal alam sebagai sesuatu yang bukan untuk ditaklukkan, dieksploitasi dan dieksplorasi.
Dengan pendidikan lingkungan, generasi mendatang diharapkan mampu mengelola alam dengan bijaksana. Agar alam tidak balik ‘merusak’ lingkungan tempat tinggal manusia. Pendidikan lingkungan juga baiknya dirancang tentang bagaimana mengantisipasi bencana alam yang akan muncul di kemudian hari dan bagaimana solusi dalam menghadapinya.
Tentunya pendidikan lingkungan tidak hanya sekadar teori buku semata. Melainkan untuk diterapkan secara bertahap dan berkelanjutan agar dapat dirasakan manfaatnya secara nyata.
Menurut saya, kondisi sosial budaya masyarakat yang semakin maju atau berkembang akan selalu mengorbankan lingkungan alam sebagai habitat dari manusia itu sendiri. Pada zaman dahulu jarang sekali terjadi bencana alam seperti tanah longsor dan banjir bandang karena alam masih terjaga keseimbangannya. Kondisi sosial masyarakat pada zaman dahulu juga masih sangat bersahabat dengan alam. Jadi alam tidak ‘memberontak’ kepada manusia.
Keadaan berubah kala manusia semakin banyak dan kebutuhan manusia semakin kompleks yang menyebabkan eksplorasi dan eksploitasi lingkungan tanpa memperhatikan daya dukung lingkungan tersebut. Akibatnya terjadi ketidakseimbangan anatara alam dan tuntutan sosial budaya masyarakat yang semakin materialis.
Sebagai contoh adalah perbandingan jumlah pohon dan populasi umat manusia di bumi yang berbanding terbalik. Mengenai hal ini, saya sangat mengagumi ajaran Hindu Dharma penduduk Bali dengan konsepnya; Tri Hita Karana. Yakni sebuah konsep penghormatan kepada alam dan Sang Pencipta Ida Hyang Widhi Wasa. Agar manusia dapat hidup selaras dengan alam.
Adalah betul bahwasannya semakin maju suatu kota, maka semakin bejat pula penduduk-penduduknya. Termasuk dalam hal ini adalah rusaknya moral sosial budayanya.
Pendidikan adalah upaya dasar untuk menyadarkan manusia untuk menjadi manusia seutuhnya. Pendidikan lingkungan sangat penting bagi generasi muda dan anak-anak agar mereka mengenal alam sebagai sesuatu yang bukan untuk ditaklukkan, dieksploitasi dan dieksplorasi.
Dengan pendidikan lingkungan, generasi mendatang diharapkan mampu mengelola alam dengan bijaksana. Agar alam tidak balik ‘merusak’ lingkungan tempat tinggal manusia. Pendidikan lingkungan juga baiknya dirancang tentang bagaimana mengantisipasi bencana alam yang akan muncul di kemudian hari dan bagaimana solusi dalam menghadapinya.
Tentunya pendidikan lingkungan tidak hanya sekadar teori buku semata. Melainkan untuk diterapkan secara bertahap dan berkelanjutan agar dapat dirasakan manfaatnya secara nyata.
