T : "Beberapa pakar pendidikan mengatakan bahwa pendidikan umum memiliki unsur pendidikan nilai, pendidikan kepribadian, dan pendidikan karakter sehingga diletakkan sebagai pondasi bagi mahasiswa agar menjadi makhluk sosial dan budaya yang berilmu pengetahuan, berwatak, berperilaku dan bertanggung jawab secara sosial dan budaya di sepanjang hidupnya”.
Apakah menurut Pendidikan Umum di Indonesia sudah dapat mencapai misinya tersebut? Kemudian mengutip pada pemikiran sebagaimana yang dipaparkan pada pengayaan, apa yang harus dilakukan bangsa Indonesia agar misi tersebut dapat dicapai?
Apakah menurut Pendidikan Umum di Indonesia sudah dapat mencapai misinya tersebut? Kemudian mengutip pada pemikiran sebagaimana yang dipaparkan pada pengayaan, apa yang harus dilakukan bangsa Indonesia agar misi tersebut dapat dicapai?
![]() |
| Pendidikan Karakter di Jepang (credit: South China Morning Post) |
Siti Irene Astuti menyatakan bahwa telah terjadi krisis karakter yang ditandai oleh: 1) adanya self destruction, 2) kurang mengembangkan potensi daya saing, 3) di beberapa daerah ada tendensi menguatkan konflik horisontal, dan 4) memudarnya nilai kemanusiaan.
Kemudian, pada pengayaan lainnya, yang membahas pemikiran Ki Hajar Dewantara maka menurut Haryanto, Ki Hajar Dwantoro mengajarkan tiga hal yang disebut Ajaran Trikon dalam rangka membangun karakter bangsa, yaitu 1) konsentrasi, 2) kontinuitas, dan 3) konvergensi.
Sejalan dengan Ki Hajar Dewantara, Foester (Koesoema://www.duniaesai), sebagaimana dikutip Aceng Kosasih, mengemukakan bahwa dalam rangka pembentukan karakter maka 1) nilai menjadi pedoman normatif setiap tindakan, 2) perlu dibangun rasa percaya satu dengan yang lainnya, 3) upaya internalisasi norma masyarakat ke pribadi individu, dan 4) perlu ditanamkan rasa keteguhan dan kesetiaan.
Sebagai negara berkembang, saya rasa wajar jika Indonesia belum mencapai misi Pendidikan Umum tersebut.
Menurut saya, hal yang harus dilakukan diantaranya;
- Meningkatkan kualitas keilmuan dan pendidikan
Meningkatkan kualitas keilmuan dapat dilakukan dengan mencari sumber ilmu dan referensi yang relevan. Dengan memanfaatkan jaringan internet, misalnya.
- Spesifikasi Keilmuan
Sedari kecil, siswa di Indonesia terbebani dengan pelajaran-pelajaran yang membutuhkan 'banyak' buku' yang kadang tidak diminati oleh siswa-siswa tersebut dan akibatnya proses pembelajaran berjalan membosankan. Banyak juga tenaga pendidik yang mengajar tidak pada bidang keahliannya.
- Perancangan Kurikulum Yang Matang
Sudah menjadi tradisi bahwasannya tiap-tiap pergantian Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada masa masing-masing kabinet, selalu ada kurikulum atau muatan baru yang sedikit mengesampingkan misi Pendidikan Umum. Munculnya K-13, meskipun merupakan gebrakan dan 'sensasi' kurikulum baru, namun tidak bertahan lama karena beberapa faktor salah satu diantaranya;
- Pemerataan Pendidikan
Indonesia adalah negara kepulauan yang besar. Tentu butuh upaya ekstra untuk melakukan pemerataan pendidikan sampai di pelosok terdalam di Indonesia. Perlunya mengirim guru-guru pada daerah terdepan dan terdalam negara ini adalah keharusan sehingga kita tidak lagi terheran melihat ketimpangan kualitas mahasiswa/peserta didik di Jakarta dengan mereka yang berada di Atambua. Distribusi bahan ajar baiknya juga memperhatikan faktor jauh dekatnya lokasi proses pembelajaran sehingga siswa-siswa di seluruh Indonesia dapat memulai tahun ajaran baru dan belajar dengan bersama-sama.
- Peningkatan Kesejahteraan Tenaga Pendidik
Banyak meme (karikatur sindiran) di mesia sosial yang membandingkan gaji guru honorer dengan pembantu membuat kita tersenyum kecut melihat realita di lapangan. Pemerintah, stakeholder (CSR) dan masyarakat perlu menghargai profesi guru. Lebih-lebih terhadap guru honorer, perbantuan dan mereka yang dikirim ke daerah terpencil. Pelatihan tenaga pendidik secara berkala juga sangat dibutuhkan. Mengingat tuntutan zaman dan sifat pendidikan umum yang harus berkompetisi dengan budaya hasil globalisasi dan tren-tren terbaru.
- Pembangunan Posko-Posko Pendidikan dan Education Center di Daerah-Daerah
Posko-posko ini dibangun di daerah terpencil tentunya dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan.
