![]() |
| credit: www.holbergprisen.no |
Seperti yang dijelaskan menurut teori model birokrasi Max Weber mengenai karakteristik ideal organisasi birokrasi atau yang biasa kita sebut teori birokrasi Weberian, maka para ahli sociology banyak yang memberikan tanggapan. Salah satunya seorang pakar sociology modern ternama sesama bangsa Jerman yaitu S.N. Eisenstadt. Beliau dalam bukunya Multiple Modernities mengemukakan pendapat dan kritik birokrasi Weberian utamanya mengenai kondisi perkembangan organisasi birokratik baik dalam konteks pembangunan, politik, ekonomi dan agama.
Enam karakteristik birokrasi Weberian dapat dipergunakan sebagai petunjuk untuk membongkar pandangan-pandangan yang diterapkan pada birokrasi. S.N. Eisenstadt menunjukkan adanya dua pandangan dalam menilik manifestasi sosiologis ini.
Baca : Karakteristik Birokrasi Menurut Max Weber dan Kondisi Terbaru di Indonesia
Pandangan pertama, merumuskan sosiologi sebagai satu alat/satu mekanisme yang diciptakan untuk keberhasilan efisiensi, implementasi dan tujuan-tujuan tertentu. Birokrasi dipandang sebagai ikhtisar dari rasionalitas dan efisiensi pelaksanaan pencapaian tujuan dan pemberian pelayanan
Pandangan kedua, menganggap birokrasi sebagai satu instrumen kekuasaan, pengendalian atas rakyat dan semua bidang kehidupan, serta untuk melangsungkan ekspansi kekuasaan baik untuk kepentingan birokrasi itu sendiri maupun penguasa.
S.N. Eisenstadt (Ali Mufiz, 1986:186) menguraikan tujuh hal penting dalam kondisi-kondisi perkembangan organisasi birokratik:
- Berkembang proses diferensiasi secara ekstensif antara tipe-tipe peranan utama dan faktor kelembagaan (ekonomi, politik, agama dan seterusnya)
- Peranan-peranan sosial yang paling penting dialokasikan tidak berdasarkan kriteria keanggotaan dalam kelompok partikelaristik tetapi didasarkan atas kriteria universalistik dan prestasi atau berdasarkan kriteria keanggotaan dalam kelompok ‘longgar’ seperti kelompok profesional, keagamaan, keahlian dan sebagainya.
- Ada pertumbuhan kelompok-kelompok (ekonomi, budaya, agama, sosial) yang secara fungsional bersifat spesifik, di mana kelompok-kelompok ini tidak terbelenggu oleh kelompok-kelompok partikularistik.
- Definisi komunitas tidak identik dengan kelompok partikularistik seperti yang nampak dalam definisi kebudayaan Hellenik untuk Byzantium dan Confucius untuk China
- Kelompok-kelompok dan strata-strata yang utama dalam masyarakat mengembangkan, mendorong dan berusaha untuk melaksanakan berbagai macam tujuan yang berbeda (politik, ekonomi, budaya dan sosial. Tujuan-tujuan tersebut tidak dapat diselenggarakan di dalam kerangka terbatas yang didasarkan atas eksistensi kelompok-kelompok partikularistik.
- Pertumbuhan diferensiasi dalam struktur sosial membuat kompleksitas semua bidang kehidupan, misal meningkatnya interdepedensi antarkelompok dan tumbuhnya kesukaran dalam menjamin penyediaan sumber dan layanan
- Perkembangan-perkembangan ini menghasilkan “mengambang bebas”. Artinya sumber-sumber ekonomi dan manusiawi terjaring oleh komitmen untuk memberikan dukungan politik yang tidak satupun berkaitan dengan kelompok askriptif partikularistik.Seperti sumber-sumber moneter yang bebas dari pengaruh kekuatan kerja dan suara pemilih.
Ketujuh butir itu diungkap dengan maksud untuk memperlihatkan bahwa organisasi birokratik seharusnya dikembangkan dengan lebih dulu mempertimbangkan adanya diferensiasi dalam sistem sosial. Organisasi birokrasi dapat membantu menyelesaikan masalah yang muncul akibat diferensiasi.
Baca juga: Tipe Ideal Birokrasi dan Jenis Otorita Menurut Max Weber
Birokrasi menyelenggarakan fungsi-fungsi yang penting dalam organisasi yang mengandung koordinasi terhadap aktivitas skala besar. Birokrasi menyelenggarakan layanan sumber-sumber kepada kelompok yang berbeda dan mengatur jalinan antara kelompok dengan konflik.
![]() |
| credit: managementboek.nl |
Menurut Eisenstadt, kadang organisasi birokratik diciptakan oleh elit tertentu (penguasa, dan pengusaha ekonomi) dalam rangka untuk menyelesaikan suatu masalah dan untuk menjamin perolehan pelayanan dan posisi kekuasaan dalam masyarakat. Seperti dalam catatan sejarah raja-raja yang menginginkan legitimasi atas kekuasaannya terhadap kelompok feudal-aristokrasi. Yang menghendaki pengendalian sumber-sumber ekonomi dan sosial serta memberi kepada kelompok ekonomi dan sosial layanan politik, ekonomi dan administrasi tetapi dengan membuat mereka bergantung pada penguasa. Ini bersifat menekan dan memiliki kuasa mengikat.
Dalam masyarakat modern, organisasi birokratik diperkenalkan ketika para pemegang kuasa politik dan ekonomi dalam masalah yang yang muncul karena faktor eksternal seperti perang. Disini mereka menyelesaikan masalah dengan mengatur jalan dan pembagian sumber-sumber yang tepat dari berbagai kelompok dan bidang kehidupan.

