[PDF] Perkembangan Ilmu Administrasi Publik/Negara Fase Sejarah Hingga Revolusi Industri Menurut Para Ahli

credit: sites.stanford.edu

Perkembangan Ilmu Administrasi Negara tidak pernah luput dari sosok Nicholas Henry dan Niccolo Machiavelly. Kedua tokoh tersebut sangat berkontribusi dalam mengembangkan teori perkembangan sejarah Ilmu Administrasi Negara dalam konteks negara bangsa dan hukum kenegaraan. Sedikit banyak, teori fase perkembangan ilmu administrasi publik ini mempengaruhi pula perkembangan ilmu administrasi negara di Indonesia. Berikut penulis paparkan dalam makalah dan dapat diunduh melalui PDF berikut ini: klik disini.

Perkembangan administrasi pada fase sejarah, jauh lebih maju daripada dibandingkan dengan fase prasejarah. Perkembangan tersebut dapat dilihat dari perkembangan fundamental melalui praktek kegiatan organisasi yang merupakan inti daripada administrasi dan manajemen profesional.

Praktek-praktek tersebut antara lain, sebagai berikut:

Masa Gereja Roma Katolik

Gereja Roma Katolik turut memberi sumbangan yang sangat berarti terhadap perkembangan pemikiran administrasi. Kontribusi yang dimaksud terutama yang berkaitan dengan hirarkhi dalam organisasi, otoritas, spesialisasi aktivitas sepanjang garis fungsional dan konsep staff.

Lebih lengkapnya, struktur organisai ketika itu telah didesain dalam suatu scalar, chain of command yang tetap dari Paus (Pope) melalui Bishop kepada Priests dan Laity. Dalam Gereja Katolik, rantai kekuasaan terstruktur sedemikian rupa mulai dari Paus kepada Kardinal, kemudian Uskup, lalu kepada pendeta-pendeta atau pastor-pastor di masing-masing wilayah yang tersebar di berbagai negara.

Walaupun terlihat sederhana, organisasi Gereja Roma Katolik ini memiliki lebih dari 430.000 pastor yang tersebar ke seluruh dunia. Seorang Uskup, sebagai administrator wilayah, membawahi kurang lebih 500 pastor yang bertanggungjawab kepadanya. Dalam organisai Roma Katolik, pemberian tugas kepada individu berdasarkan fungsionalitas yaitu disertai uraian dan rincian tentang kegiatan yang harus dilakukan (job description yang jelas). Selain itu dikembangkan pula prinsip-prinsip staf, dan penggunaan staf independent (advisors)

Niccolo Machiavelly

Negarawan ini lahir tahun 1469 di Florence, Italia. Niccolo Machiavelly membuat analisis sistematis tentang prince’s (manager’s) job. Dalam The Prince and The Discourses, Niccolo Machiavelly mengenalkan 4 prinsip kepemimpinan, yaitu:

  1. Pentingnya relying upon mass consent. Otoritas prince atau pemimpin datang dari bawahan atau diberikan oleh bawahan. Tidak seorang pun jadi pemimpin jika tidak disetujui oleh pengikut (bawahan)
  2. Pemimpin harus strive for cohesiveness dalam organisasi
  3. Prince atau pemimpin harus mempunyai satu kemauan untuk survive
  4. Prince atau pemimpin harus menjadi pimpinan yang memperlihatkan wisdom, kindness and justice, sifat yang diuji setiap saat

Baca juga: Tahapan-Tahapan Perkembangan Administrasi Sebagai Ilmu Menurut Para Ahli


Revolusi Industri

Inovasi teknologi dari revolusi industri mempunyai dampak dinamis terhadap pemikiran-pemikiran administrasi dan manajemen. Ini terjadi di Inggris antara tahun 1700-1785 ketika terjadi perubahan besar dan mendasar dalam bidang organisasi produksi. Perubahan ini secara kronologis merujuk pada ‘domestic system, the putting-out system and factory system’. Ini merubah dari yang semula berbasis job centered menjadi human centered atau dengan kata lain dari orientasi produktivitas semata-mata berubah menjadi orientasi manusia.

Uraian tentang perkembangan pemikiran administrasi hingga revolusi industri di Inggris menandai berlangsungnya babak sejarah baru dalam perkembangan administrasi sebagai seni (terapan), beberapa substansi penting diantaranya:

  1. Abad ke-16 sampai abad ke-18 praktek administrasi semakin berkembang di Eropa dengan penekanan bahwa: perekonomian negara menjadi kuat apabila administrasi dan manajemen dilaksanakan dengan baik.
  2. Pemikiran tentang pentingnya administrasi, dipelopori oleh empat kelompok ekonomi di Eropa: kelompok Kamerialis (Jerman, Prusia dan Austria), kelompok Merkantilis (Inggris), kelompok Fisiokratik (Inggris) dan mashab ekonomi politik di Prancis.
  3. Adanya pengembangan prinsip-prinsip manajemen, dengan penekanan spesialisasi fungsi, kompetensi, seleksi dan pelatihan.
  4. Hingga akhir tahun 1886, pemikiran tentang administrasi dan manajemen lebih merupakan pengaturan kerja sama untuk mencapai tujuan (administrasi sebagai seni)
  5. Tahun 1792-1871, merupakan puncak perkembangan administrasi organisasi dan manajemen, dengan penekanan pentingnya efisiensi dan pembagian kerja. 


Posting Komentar

© Dipinterin. All rights reserved. Developed by Dipinterin