![]() |
| credit : www.freepik.com |
Pendekatan Perilaku dalam studi administrasi dan manajemen didasarkan pada kajian para ahli perilaku atau behavioralist mengenai hubungan interpersonal dan diorientasikan pada perilaku individual. Kelompok bahavioralist mempercayai bahwa individu yang tergabung dalam suatu kelompok kerja sama atau organisasi tidak hanya dipandang sebagai satu kelompok homogen saja. Melainkan juga sebagai individu yang memiliki eksistensi, harkat dan martabat yang sama dengan individu lain di dalam organisasi tersebut. Pendapat mengenai pendekatan perilaku didukung oleh beberapa pakar dan para ahli utamanya bagi mereka yang menaruh minat besar terhadap ilmu jiwa atau psikologi.
Tokoh yang mengembangkan pendekatan perilaku ini pada mulanya adalah Gantt dan Munsterberg, yang mengakui pentingnya individu dalam suatu pekerjaan. Ini sejalan dengan pandangan Elton Mayo, Chaster I dan Merry Parker Follet (1863-1933).
Hago Munsterberg (1863-1961) memberikan kontribusi terhadap aliran perilaku dengan pandangan bahwa alat-alat psikologi membantu kegiatan pencapaian tujuan yang efektif. Munsterberg menyarankan bahwa produktivitas akan meningkat melalui tiga cara yaitu:
- Mampu menemukan orang yang paling potensial
- Mampu menciptakan pekerjaan yang paling sesuai dan kondisi psikologis yang paling ideal
- Mampu menjawab pengaruh-pengaruh psikologis
Kurt Lewin memperkuat teori pendekatan perilaku dengan mengambangkan riset yang berjudul “Dinamika Kelompok” atau group dynamics yang pada intinya mengungkap bahwa perlu adanya partisipasi kelompok dan peningkatan interaksi antar anggota organisasi
Argyris, Maslo da McGregor dalam analisis mereka juga meyakini konsep aktualisasi diri (self actualizing) akan lebih akurat menjelaskan motivasi manusia atau karyawan.Menurut Maslow, orang-orang akan termotivasi bekerja karena ingin memenuhi kebutuhannya sesuai dengan jenjang (hierarki) kebutuhan dari yang terendah sampai tertinggi.
Adapun kebutuhan manusia menurut Maslow dapat diurutkan dari
- Kebutuhan biologis atau fisiologis
- Kebutuhan rasa aman
- Kebutuhan sosial
- Kebutuhan harga diri
- Kebutuhan aktualisasi diri
Kajian tentang perkembangan modern dalam pendekatan perilaku bagi studi administrasi dan manajemen dapat ditelusuri melalui karya Chester Bernard (1886-1961) dalam karya tulisnya ‘The Function of Executive” tahun 1938. Chester Bernard memperkenalkan konsep-konsep organisasi informal, pengambilan keputusan, status, komunikasi, dinamika individu dalam organisasi (perilaku individu dan kelompok dalam organisasi).
Tokoh penyumbang teori perilaku adalah Herbert Simon dengan karya tulisnya “Administrative Behavior”
