Tahapan-Tahapan Perkembangan Administrasi Sebagai Ilmu Menurut Para Ahli

Pada awalnya gerakan perkembangan ilmu administrasi negara modern dipelopori oleh para penulis dan praktisi administrasi pemerintahan di Amerika Serikat. Gerakan ini dapat ditelusuri dari banyaknya makalah-makalah mengenai ilmu administrasi negara. Mulai dari karya Woodrow Wilson, Frank J. Goodnow, sampai Alexis de Tocqueville. Adalah Administrasi dipandang sebagai seni, sesuatu yang praktikal dan juga ilmu, sesuatu yang dapat dipelajari, teruji dan dibuktikan kebenarannya.

Woodrow Wilson melalui karyanya “Political Science Quarterly” dan “The Study of Administration” pada tahun 1887 menyatakan bahwa administrasi negara penting untuk dikaji dan dipelajari. Artinya administrasi negara yang berorientasi kepada pelayanan publik (public service) perlu dikaji dan dipelajari secara terus menerus karena ilmu administrasi negara adalah ilmu yang bersifat dinamis.

Sedangkan perkembangan Administrasi sebagai ilmu muncul dari adanya gerakan manajemen ilmiah (scientific management) di Amerika Serikat yang dipelopori oleh F.W. Taylor dalam karyanya yang berjudul “Shop Management” (1911) dan Henry Fayol melalui karyanya “General and Industrial Management” (1930). Karya dari kedua tokoh ini merupakan titik lahir dari berkembangnya Administrasi sebagai ilmu. Gerakan ini terjadi di akhir abad 19 atau awal abad 20 yang dikenal dengan tahap gerakan “Scientific Management”.

Baca selanjutnya: 14 Prinsip-Prinsip Administrasi Menurut Henry Fayol


Dalam karya Silalahi (2003: 30-41) dipaparkan tahapan perkembangan administrasi sebagai ilmu menurut klasifikasi para pakar sebagai berikut:

Menurut Herbert G. Hicks (1972)
Herbert G. Hicks membagi tahapan perkembangan administrasi sebagai ilmu atas empat periode:
  1. Periode I (Prescientific Management)
  2. Periode II (Scientific Management)
  3. Periode III (Human Relations)
  4. Periode IV (Refinement, Extention and Systems)


Menurut George R. Terry (1977)
George R. Terry membagi 10 tahapan perkembangan Administrasi sebagai ilmu yakni:
  1. Management by Custom
  2. Scientific Management
  3. Behavioural School
  4. Social School
  5. System School
  6. Systems Management School
  7. Decisional Management School
  8. Quantitative School
  9. Management Process School
  10. Contingency Management School


Menurut Jhon B. Miner (1978)
Sedangkan Jhon B. Miner membagi 5 tahapan perkembangan Administrasi sebagai ilmu sebagai berikut:
  1. Tahap Classical
  2. Tahap Human Relations
  3. Tahap Structuralist
  4. Tahap Behavioural Humanist
  5. Tahap Decision Making


Menurut Stephen P. Robbins (1982)
Robbins membagi perkembangan Administrasi sebagai ilmu kedalam 9 klasifikasi;
  1. Scientific Management
  2. General Administrative Theories
  3. Human Relation Movement
  4. Decision Science Movement
  5. Behavioural Movement
  6. Organizational Human Movement
  7. Systems Movement
  8. Power Dynamic Movement
  9. Contingency Movement


Menurut James A.F. Stoner (1982)
Sedangkan menurut James A.F. Stoner membagi 5 (lima) tahap atau klasifikasi perkembangan administrasi sebagai ilmu, yaitu:
  1. The Classical Management Theory (terbagi atas Scientific Management dan Classical Organization Theory)
  2. Behavioural School (meliputi The Human Relations Movement dan The Behavioural Science Approach)
  3. The Quantitative School (mencakup Operations Research dan Management Science)
  4. The System Approach
  5. The Contingency Approach

Baca juga: Perkembangan Ilmu Administrasi Publik/Negara Fase Sejarah Hingga Revolusi Industri Menurut Para Ahli



Menurut Harold Koontz (1989)
Harold membagi 11 klasifikasi tahapan perkembangan administrasi sebagai ilmu:
  1. The Empirical or Case Approach
  2. The Interpersonal Behaviour Approach
  3. The Group Behavioural Approach
  4. The Cooperative Social System Approach
  5. The Socio-Technical System Approach
  6. The Decision Theory Approach
  7. The System Approach
  8. The Mathematical or Management Science Approach
  9. The Contingency or Situational Approach
  10. The Managerial Roles Approach
  11. The Operational Theory Approach


Adanya perbedaan klasifikasi perkembangan administrasi sebagai ilmu diantara para ahli disebabkan karena perbedaan spesialisasi keilmuan mereka sehingga terjadi perbedaan sudut pandang atau point of view.

Para pakar praktisi lebih melihat administrasi sebagai pengalaman (experience), psikolog cenderung melihat sebagai peristiwa atau hubungan interpersonal, sosiolog melihatnya sebagai pola perilaku kelompok (group behaviour patterns) dan sistem sosial. Dilain sisi, para ahli teknik industri memfokuskan sebagai sistem teknik dan hubungan sistem-sistem sosial dari kerja sama organisasional. Para ekonom memusatkan perhatian pada pengambilan keputusan sedang para ahli matematika dan operations research mengembangkan simbol-simbol, model-model, abstraksi-abstraksi dalam proses kerja sama organisasi (Bettle, 1978 dalam Silalahi 200:41)

Posting Komentar

© Dipinterin. All rights reserved. Developed by Dipinterin