TEORI BIROKRASI WEBERIAN: 10 Tipe Ideal Birokrasi dan 6 Karakteristik Birokrasi

Merdeka Palace
credit: wikipedia.org


Sepertinya yang dijelaskan pada bacaan sebelumnya yakni Teori Birokrasi Menurut Max Weber atau Teori Weberian, disebutkan bahwa organisasi birokrasi menurut Weber mendasarkan diri pada hubungan kewenangan untuk menempatkan, mengangkat pegawai dengan menentukan tugas dan kewajiban dimana perintah dilakukan secara tertulis, ada peraturan dan pengaturan mengenai hubungan kewenangan dan promosi pegawai didasarkan pada aturan-aturan tertentu. Birokrasi juga tidak ada kaitannya dengan kegiatan menunda-nunda pekerjaan, urusan yang runyam dan sulit, ketidakefisienan seperti pada kebanyakan persepsi publik (Ali Mufiz dalam Silalahi, 2003:53).

Beberapa hal tersebut diatas menunjukkan ciri-ciri dan tipe birokrasi ideal versi Weber. Max Weber memberikan perhatian studinya pada persoalan mengenai mengapa orang harus merasa wajib untuk mematuhi perintah tanpa melakukan penilaian kaitan dirinya dengan nilai dari perintah tersebut?

Pada akhirnya, salah satu sumbangan Max Weber terhadap sistem birokrasi adalah pemikirannya tentang sepuluh tipe ideal birokrasi atau birokrasi rasional dan enam karakteristik birokrasi.

Berikut adalah sepuluh tipe ideal birokrasi (ideal type of bureaucracy) atau yang biasanya disebut tipe rasional birokrasi (rational type of bureaucracy), yakni:

  1. Para anggota organisasi secara bebas, hanya menjalankan tugas-tugas impersonal hubungan dengan jabatannya
  2. Ada hierarki atau jenjang jabatan yang jelas
  3. Fungsi-fungsi jabatan ditentukan secara tegas
  4. Para pejabat diangkat berdasarkan suatu kontrak
  5. Para pejabat ditentukan berdasarkan kualifikasi profesional. Idealnya, penentuan pejabat didasarkan pada tingkat pendidikan formal yang dibuktikan dengan ijazah yang diperoleh melalui ujian
  6. Para pejabat digaji dan mempunyai hak pensiun. Gaji berjenjang menurut kedudukan dalam hierarki. Pejabat mempunyai masa jabatan dan dalam keadaan tertentu dapat diberhentikan
  7. Para pejabat bekerja sesuai dengan bidang tugasnya (pos jabatannya)
  8. Terdapat jenjang karier yang didalamnya dapat dilakukan promosi jabatan, dimana promosi didasarkan pada jenjang kepangkatan (senioritas) atau sistem prestasi kerja (merit system) atau menurut pertimbangan tingkat kemampuan kerja (keunggulan)
  9. Penentuan pejabat sesuai dengan bidang tugasnya dan didukung oleh sumber-sumber yang tersedia pada bidang tugasnya itu
  10. Pejabat tunduk pada sistem disipliner organisasi dan adanya kontrol yang seragam

Kemudian oleh Silalahi (2003:53) menyimpulkan bahwa pada dasarnya ada enam karakteristik birokrasi Weberian, yaitu:

  1. Pembagian kerja atas dasar spesialisasi tugas dan fungsi, dan masing-masing posisi ditentukan berdasarkan otoritas legal
  2. Ada hierarki kekuasaan yang jelas
  3. Didasarkan pada aturan-aturan yang diformulasikan dan dicatat dalam dokumen resmi
  4. Hubungan yang berlangsung dalam organisasi merupakan hubungan yang bersifat impersonal
  5. Latihan dan kompetensi khusus merupakan kriteria utama dalam penempatan tenaga atau karyawan, sehingga keahlian dan keterampilan merupakan landasan promosi dan rekruitmen karyawan
  6. Aktivitas organisasi menuntut  kapasitas penuh bagi pekerja atau karyawan



Posting Komentar

© Dipinterin. All rights reserved. Developed by Dipinterin