ANTROPOLOGI DAN HUBUNGANNYA DENGAN ILMU HUMANIORA LAINNYA
Antropologi adalah ilmu yang mempelajari manusia pada setiap kondisi dan setiap tempat dimana manusia itu berada. Itu artinya antropologi memiliki hubungan-hubungan yang saling terkait dengan ilmu-ilmu humaniora lainnya. Belajar antropologi adalah belajar untuk mengenal diri sendiri sebagai manusia secara fisik dan secara batiniah sebagai makhluk sosial yang memiliki keahlian intrapersonal maupun interpersonal. Bisa dikatakan bahwa antropologi merupakan lapisan perekat ilmu-ilmu yang menjadikan manusia sebagai bahan studinya.
Berikut akan dibahas mengenai hubungan ilmu antropologi dengan ilmu lainnya.
HUBUNGAN ANTROPOLOGI DENGAN ILMU ANATOMI
Salah satu studi dalam ilmu antropologi adalah antropologi biologi yang mempelajari manusia dari bentuk fisik, susunan tulang dan persebaran ras manusia di muka bumi. Sehingga kehadiran ilmu anatomi sangat dibutuhkan untuk menganalisis berbagai bagian kerangka manusia, bentuk rahang-tengkorak, dan ciri-ciri dari bagian tubuh manusia sehingga dapat beroleh data mengenai kekhasan ras-ras manusia dari bentuk tubuhnya.
HUBUNGAN ANTROPOLOGI DENGAN ILMU KESEHATAN
Manusia dimanapun ia berada, akan selalu membutuhkan obat-obatan untuk menyembuhkan berbagai penyakit yang dideritanya. Sebelum berkembangnya ilmu medis modern, dikenal metode pengobatan tradisional melalui tanaman herbal dan profesi ‘orang pintar’.
Cara pengobatan tradisional hingga sampai berkembangnya ilmu kesehatan modern seperti sekarang berikut penyakit-penyakitnya merupakan salah satu hal yang dibahas ilmu antropologi terkait dengan kebudayaan dan cara beradaptasi manusia terhadap lingkungannya.
HUBUNGAN ANTROPOLOGI DENGAN ILMU LINGUISTIK
Ilmu linguistik adalah ilmu yang mempelajari bahasa, sintaksis, aturan bahasa, perkembangan bahasa dan cara berkomunikasi manusia. Hubungannya dengan antropologi terdapat pada studi mengenai penyebaran bahasa, perkembangan bahasa dan cara-cara manusia berkomunikasi-bersosialisasi sehingga melahirkan berbagai kebudayaan literatur baik lisan dan tertulis pada peradaban umat manusia.
HUBUNGAN ANTROPOLOGI DENGAN ILMU ARKEOLOGI
Masih terkait dengan ilmu linguistik, hubungan antropologi dengan ilmu ilmu arkeologi bersinggungan langsung dengan pencarian atau penelitian sejarah pada peradaban manusia dalam bentuk tertulis.
Selain itu, ilmu arkeologi juga menyelidiki peninggalan peradaban manusia berupa alat, benda, buku-buku sastra kuno, maupun reruntuhan bangunan kuno seperti candi-candi dan piramida.
HUBUNGAN ANTROPOLOGI DENGAN ILMU SEJARAH
Antropologi menyediakan informasi mengenai sebuah peradaban kuno atau prehistori melalui kajian budaya manusia yang dipadukan ilmu arkeologi. Sedangkan ilmu sejarah adalah ilmu yang membahas mengenai hal-hal lampau dengan pendekatan-pendekatan terkini agar bisa dianalisis dan digunakan sebagai acuan untuk ‘melihat’ masa depan.
Sumbangan Antropologi terhadap Ilmu Sejarah diantaranya adalah antropologi memberikan akses untuk sumber sejarah berupa prasasti, manuskrip, catatan kuno, dokumen dan arsip.
HUBUNGAN ANTROPOLOGI DENGAN GEOGRAFI
Geografi adalah ilmu yang kajiannya mengenai bentuk muka berikut ciri-ciri dari segala flora dan fauna yang tinggal di permukaan bumi. Kenyataannya dalam studi antropologi, kebudayaan manusia juga menyangkut diet atau makanan dari penduduk tradisional yang seringkali menggunakan bahan dari tumbuhan maupun hewan endemik dari wilayah yang ditinggali kelompok manusia tersebut.
Antropologi menyumbangkan catatan mengenai corak flora dan fauna yang digunakan manusia melalui budayanya. Catatan ini sangat bermanfaat bagi geografi dalam menganalisis struktur tanah dan batuan pada jaman dahulu yang ditempati oleh manusia dengan kondisi terkini lapisan tanah dari kawasan tersebut.
HUBUNGAN ANTROPOLOGI DENGAN ILMU HUKUM
Hukum yang kita kenal saat ini merupakan cerminan dari hukum modern. Hukum modern didasarkan pada nilai-nilai moral yang terdapat pada kaidah kesopanan, kaidah kesusilaan dan kaidah agama. Tiga kaidah utama ini biasanya melekat menjadi hukum adat.
Seorang ahli hukum juga menggunakan hukum adat sebagai bahan studi untuk pertimbangan dalam menggali keputusan pada hukum modern. Antropologi juga turut berperan serta dalam menjabarkan hukum-hukum tradisional yang tercantum dalam catatan kuno, aturan yang terdapat pada prasasti dan perkembangannya sampai zaman modern seperti sekarang.
HUBUNGAN ANTROPOLOGI DENGAN ILMU POLITIK DAN ILMU ADMINISTRASI
Ilmu Antropologi membahas manusia lengkap dengan kebudayaannya, sistem sosial, dan sistem politik yang dianut oleh manusia dalam masyarakat yang tempat ia tinggal. Politik adalah ilmu mengenai pembagian kekuasaan dan administrasi adalah ilmu praktikal pelaksanaan daripada ilmu politik.
Politik pada sistem masyarakat tradisional dapat dipelajari sebagai acuan dalam berpolitik di zaman modern. Mengingat perkembangan politik saat ini juga hasil dari perkembangan budaya politik suatu peradaban manusia di zaman dahulu.
HUBUNGAN ANTROPOLOGI DENGAN SOSIOLOGI
Dari berbagai hubungan antropologi dengan ilmu lainnya, maka ilmu sosiologi lah yang paling banyak bersinggungan serta terdapat banyak kemiripan antara keduanya. Hubungan antropologi dan sosiologi adalah sama-sama membahas manusia dengan dinamika kehidupannya sebagai makhluk hidup, budaya dan sosial.
Jika antropologi membahas mengenai kebudayaan manusia, maka dalam proses kebudayaan tersebut terdapat bentuk-bentuk komunikasi antar manusia dalam sebuah komunitas sosial. Maka disinilah peran ilmu sosiologi dalam mengupas kegiatan sosial tersebut dari sudut keilmuannya.
Adapun perbedaan antropologi dengan sosiologi terdapat pada ruang lingkup dan kondisi waktu dari suatu studi jika dilihat dengan sudut pandang kedua ilmu tersebut. Berikut adalah contoh-contoh poin perbedaan antropologi dengan ilmu sosiologi:
- Antropologi mempelajari manusia secara keseluruhan, mulai dari bentuk fisik, kebudayaan dan peninggalan kebudayaannya (arkeologi)
- Sedangkan fokus sosiologi adalah kehidupan sosial manusia berikut pola-pola sosial tentang mengapa dan bagaimana manusia berperilaku dalam kehidupan bermasyarakat
- Antropologi, kondisi waktu atau time span studinya lebih banyak berkutat pada masa lalu peradaban manusia sehingga manusia bisa memiliki budaya seperti sekarang
- Sementara kajian sosiologi tidak berbatas waktu. Artinya pola-pola hubungan dan interaksi sosial di masa lalu dijadikan suatu acuan dan pedoman bagi pola kehidupan sosial sekarang. Sementara pola kehidupan sosial bermasyarakat pada saat ini, digunakan untuk memprediksi pola kehidupan sosial di masa mendatang.
- Ada yang berpendapat bahwa kajian antropologi lebih banyak berinteraksi dengan suku-suku tradisional dan bangsa yang pernah terjajah
- Namun ilmu sosiologi cenderung meneliti kehidupan sosial masyarakat urban yang lebih kompleks guna melakukan pemecahan masalah sosial
Sumber referensi:
http://content.inflibnet.ac.in/data-server/eacharya-documents/5717528c8ae36ce69422587d_INFIEP_304/16/ET/304-16-ET-V1-S1__file1.pdf
http://maria_c.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/44330/antropologi+3+.pdf
