Antara Budaya dan Tradisi: Definisi, Deskripsi dan Perubahan
Terminologi budaya dan tradisi memiliki arti yang mirip sehingga dengan mudah cenderung dianggap merupakan hal yang sama. Karena terminologi yang umum itu, mereka cenderung digunakan secara tertukar. Namun sebenarnya ada detail perbedaan diantara mereka.
Pengertian Definisi Tradisi dan Budaya Menurut Etimologi
Tradisi berakar dari bahasa Latin, yaitu traderere atau tradere yang artinya memindahkan atau memberi untuk disimpan dengan baik. Awalnya digunakan sebagai terminologi legal untuk menggambarkan pemberian atau pewarisan.
Kata budaya berakar dari Romawi, merujuk pada saat dimana Marcus Tullius Cicero mmenulis tentang “cultura animi” atau “pengolahan jiwa”. Istilah tersebut di maa itu merupakan metafora yang merujuk pada perkembangan filosofi jiwa. Pada abad 17, filsuf Jerman Samuel Pufendorf menggunakan metafora itu dalam konten modern, yang mana ia percaya sebagai “acuan dari berbagai jalan dimana kemanusiaan berhasil mengatasi siffat barbar alamiah mereka, dan melalui kecerdasan, menjadi manusia seutuhnya”. Pada abad 20 hal itu dijelaskan oleh filsuf Edward Casey, bahwa untuk berbudaya atau memiliki budaya berarti “mendiami tempat yang cukup untuk mengolahnya, untuk bertanggung jawab terhadapnya, untuk menanggapinya, dan untuk memperhatikannya secara penuh”.
Perbedaan Budaya Dengan Tradisi
Perbedaan utama adalah deskripsinya. Tradisi bisa dideskripsikan sebagai kepercayaan atau perilaku .
Definisi yang lebih dalam adalah “bentuk warisan artistik dari budaya tertentu; kepercayaan atau kebiasaan yang dibuat oleh masyarakat atau pemerintah, seperti lagu kebangsaan atau hari libur nasional; kepercayaan atau adat yang dikelola oleh agama yang mendominasi yang berbagi sejarah, adat, budaya dan kadang hingga sebagian ajaran agama itu”. Keluarga juga dapat mewariskan tradisi ke generasi berikutnya.
Sedangkan budaya meruakan terminologi yang tidak terbatas hanya pada kepercayaan dan perilaku, walau hal itu juga termasuk. Termasuk pula pengetahuan, seni, moral, hukum, adat dan berbagai kapabilitas dan kebiasaan yang diperoleh oleh sekelompok orang di masyarakat. Jadi terminologi budaya bisa dideskripsikan sebagai “wilayah sosial yang menekankan praktik, diskursus, dan ekpresi materi, dimana dengan berjalannya waktu akan mengekspresikan keberlanjutan dan ketidaklanjutan dari makna kehidupan sosial yang memiliki kesamaan”.
Jadi budaya itu lebih luas daripada tradisi. Tradisi bahkan bisa dimulai/dibuat oleh satu individu, sedangkan budaya dibuat oleh sekelompok orang di masyarakat.
Tahap Asosiasi Pembelajaran Budaya-Tradisi dan Prakteknya
Pengetahuan tentang budaya dan tradisi dipelajari oleh anggota baru di tiap masyarakat, biasaanya saat mereka masih anak‐anak. Dalam kasus tradisi, pengetahuan ini diwariskan dari generasi ke generasi dan berpotensi musnah setelah seribu tahun. Tradisi bisa digambarkan sebagai penghubung ke masa lalu, termasuk bagian dari budaya sejarah. Tradisi bisa dipelajari lewat kata seperti cerita‐cerita atau dengan mempraktekkannya. Mereka biasanya dimulai oleh satu individu atau sekelompok kecil yang kemudian menyebar luas. Namun tidak selalu begitu karena keluarga tertentu bisa saja mmemilki tradisi khusus untuk klan mereka. Misalnya di Inggris para advokat menggunakan rambut palsu. Walau jelas tidak praktis, namun masih dilakukan di masa sekarang sebagai tradisi untuk pengadilan.
Budaya merupakan jalan hidup yang dipelajari dengan menenggelamkan diri didalamnya. Budaya sering disebut sebagai aspek dari “apa artinya menjadi manusia”. Ia mendeskripsikan berbgai fenomena luas yang ditransmisi melalui pembelajaran sosial. Ia juga mengacu pada jaringan kompleks dari perilaku atau praktek maupun kumpulan pengetahuan yang diajarkan dan dipelajari melalu interaksi dan keberadaan sosial dalam sekelompok manusia. Budaya bisa digunakan dalam pengertian luas, seperti budaya nasional, atau dalam pengertian sempit, seperti budaya sekolah atau bisnis. Budaya bisa dipecah lagi menjadi sub‐budaya, atau kelompok lebih kecil yang berbagi kemiripan namun masih bagian dari budaya yang lebih besar.
Budaya Mampu dan Bisa Berubah Karena Bersifat Dinamis
Budaya dan tradisi juga memiliki kemampuan berbeda dalam berubah. Tradisi biasanya tetap sama dalam lintas generasi. Bisa saja ada sedikit perubahan, namun esensi dari tradisi itu sendiri tidak berubah. Mereka bisa berevvolusi, tapi biasanya sangat lambat.
Dilain pihak, budaya pada dasarnya merupakan gambaran suasana dari sebuah kelompok, baik kecil mapun besar, pada suatu titik waktu tertentu. Hal ini termasuk berbagai aspek budaya. Dalam kamus Cambridge, budaya didefinisikan sebagai “jalan hidup, terutama dalam kepercayaan dan adat umum, oleh sekelomppok orangt tertentu didalam waktu tertentu”.
Berdasarkan hal ini, budaya merupakan hal yang dinamis dan mengalir. Ada banyak cara dalam mengidentifikasi perubahan budaya, seperti inovasi, pertumbuhan, modernisasi, industri, pengetahuan hingga revolusi. Ada kepercayaan bahwa disaat ini, kemanusiaan secara global sedang dalam kondisi “percepatan periode perubahan budaya”, dimana berbagai budaya sedang berevolusi dan berubah lebih cepat daripada sebelumnya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal ini, seperti ekspansi internasional perdagangan dan komersil, media massa/sosial, hingga naiknya pertumbuhan populasi dalam dekade terakhir. Disaat yang sama, juga muncul banyak usaha untuk mencegah punahnya berbagai elemen budaya.
Perhatian: Tulisan ini hanyalah rangkuman singkat. Bisa digunakan sebagai perspektif.
Sumber:
Douglas, L. (1984). A Search for Tradition. Wellington: Alexander Turnbull Library Endowment Trust, assisted by the New Zealand Composers Foundation.
James, Paul; dalam Magee, Liam; Scerri, Andy; Steger, Manfred B. (2015). Urban Sustainability in Theory and Practice: Circles of Sustainability. London: Routledge.
