PERBEDAAN ORGANISASI DAN MANAJEMEN JEPANG - AMERIKA SERTA HUBUNGANNYA DENGAN TEORI Z

Terdapat perbedaan yang mencolok antara bentuk organisasi dan manajemen Jepang dengan Amerika serta Teori Z. Silakan Anda diskusikan sehingga terlihat perbedaannya organisasi dan manajemen Jepang, Amerika Serikat, dan Teori Z! 

kawasan Shibuya yang selalu padat dengan pekerja yang berjalan kaki | credit: www.freepik.com

NILAI FILOSOFI DAN BUDAYA KERJA PENDUDUK JEPANG


Sebelum membahas mengenai sistem manajemen dan bentuk organisasi Jepang. Kita harus mengetahui bahwa Jepang merupakan negara homogen dengan budaya kerja yang di atas rata-rata penduduk dunia (workaholic). Dan mereka bekerja dengan penuh totalitas. Shokunin, adalah kata dalam bahasa jepang yang berarti menguasai satu bidang profesi, merupakan filosofi masyarakat Jepang dalam bekerja.

Orang jepang cenderung berbangga hati dengan pekerjaan mereka dan berprinsip bahwa proses kerja yang baik menentukan hasil yang baik pula. Sementara Ikigai adalah tipe ideal hidup yang dicita-citakan setiap orang Jepang sebagai bentuk keseimbangan antara kehidupan personal, passion, profesi dan manfaat sosial bagi sesama. Namun budaya kerja ini sering kali menimbulkan ‘karoshi’ atau kematian akibat kelelahan dalam bekerja.

Simak puisi Jepang berikut ini:

Begitu lah Adanya

*oleh Hasegawa Onihei


 人間、
Nin-gen
[Manusia..itu,]

遊びながら働く生き物さ。
Asobinagara hataraku ikimono sa
[Makhluk yg bekerja sambil bermain.]

悪い事をしながら、
Warui koto wo shinagara
[kadang saat mengerjakan hal yang buruk sekalipun ]

ついつい良い事もするし、
Tsui tsui yoi koto mo suru
[ Tak terasa juga melakukan yang baik. ]

良い事をしながら、
Yoi koto wo shinagara
[Dalam melakukan hal yang baik sekalipun]

それと気付かず、悪い事もする。
Soreto kizukazu, waruikoto mo suru
[ tanpa sadar, juga melakukan keburukan]

そういうものさね。
Sou iu mono sa ne 
[Emang begitulah adanya... manusia itu]


Nampak jelas bagaimana orang Jepang memperlakukan pekerjaan sebagai bagian dari hidup mereka.

PERBEDAAN SISTEM MANAJEMEN ORGANISASI JEPANG DENGAN SISTEM MANAJEMEN ORGANISASI AMERIKA


Berikut adalah beberapa perbedaan dari sistem manajemen dan bentuk organisasi Jepang dengan Amerika serta kaitannya dengan Teori Z.

Budaya organisasi Jepang adalah melalui pendekatan personal. Sebagai masyarakat yang ekspresif, Jepang cenderung lebih suka menggunakan simbol sebagai bentuk sopan dalam berkomunikasi. Ini terbukti dengan budaya mereka yang menggunakan Kanji. Serta simbol-simbol emoticon. Kritik dalam organisasi disampaikan secara halus dan secara tidak langsung. Berbeda dengan budaya organisasi Amerika yang cenderung terbuka dan tactful (blak-blakan).

Dalam budaya manajemen, seorang manajer Jepang cenderung loyal dan mengabdikan diri kepada satu perusahaan saja dalam seluruh kehidupan karir mereka. Sementara dalam budaya manajemen Amerika, profesi manajer seringkali bekerja berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain di sepanjang perjalanan karir mereka.

Seorang manajer jepang melihat kesempatan sebagai proses perkembangan diri untuk lebih menguasai pekerjaannya dari berbagai sudut pandang, seperti penempatan di negara lain, penempatan di divisi lain dan berbagai aspek yang berbeda dari kedudukan mereka semula agar pada akhirnya mereka beroleh promosi jabatan di perusahaan tersebut. Sementara manajer Amerika melihat kesempatan sebagai proses pengembangan diri untuk menambah skill dan pengetahuan yang membantu mereka beroleh pengalaman dan catatan karir pada resume sebagai bahan untuk pindah ke perusahaan lain yang diinginkan.

Sistem manajemen Jepang menganut paham loyalitas dan kekeluargaan serta filosofi untuk berkomitmen terhadap perusahaan dimana mereka mengabdi. Sebab bagi pekerja Jepang, perusahaan mereka adalah sebagian milik mereka. Rasa memiliki ini lah yang membuat mereka terus berkomitmen. Sementara sistem manajemen Amerika menganut paham kemerdekaan individu untuk berkembang dan mencari kesempatan berkarir di perusahaan lain

Keamanan dan kesempatan berkarir pada manajemen Jepang sangat dijamin. Perusahaan akan berusaha sekuat tenaga agar karyawan mereka tidak kehilangan pekerjaan ketika krisis keuangan dan global menerpa perusahaan tersebut. Rupanya hal inilah yang mendasari pekerja Jepang sangat loyal kepada perusahaan tempat mereka bernaung

Sementara bagi sistem manajemen Amerika, seorang manajer jika melihat tanda-tanda perusahaan yang dipimpinnya sedang limbung, maka mereka dengan mudahnya mencari loncatan untuk berpindah ke perusahaan lain dengan modal pengalaman di perusahaan sebelumnya. Tipe manajemen Amerika lebih ke 'self-sufficient' atau pemenuhan kebutuhan pribadi. 

Ketika krisis menimpa perusahaan, sistem manajemen Jepang cenderung melakukan upaya-upaya pelatihan bagi pekerjanya untuk beradaptasi dengan tipe manajemen baru yang akan diterapkan. Berbeda dengan sistem manajemen Amerika yang akan memotong budget training dan pengeluaran lain demi efisiensi dalam melewati krisis yang menimpa

HUBUNGAN TEORI Z TERHADAP MODEL ORGANISASI DAN MANAJEMEN JEPANG DENGAN AMERIKA


Bagaimana hubungan teori Z terhadap model organisasi dan manajemen Jepang dengan Amerika?
Teori Z yang dikemukakan oleh Professor William Ouchi secara sederhana menegaskan bahwa pemberdayaan pekerja merupakan kunci dalam meningkatkan produktivitas kerja. Ini sangat sesuai dengan sistem manajemen Jepang.

Orang Jepang cenderung berpedoman pada norma sosial untuk meredam ketidakpastian dunia kerja dan manajemen bisnis untuk mencapai kestabilan organisasi. Sebagai masyarakat yang homogen, kepentingan kelompok dan kesadaran kolektif bagi masyarakat Jepang lebih penting daripada pandangan dan kepentingan pribadi. Sehingga dalam sistem manajemen dan organisasinya, setiap individu memiliki kekhususan dan keahlian tersendiri (shokunin) yang ditempatkan khusus di bagian yang sesuai dengan kemampuan dan spesialisasinya.

Elemen pada norma-norma sosial masyarakat Jepang ini sangat konsisten dan benar-benar sesuai dengan Teori Z. Sementara sistem manajemen Amerika berlawanan dengan Teori Z dimana individualitas sangat menonjol dan score sangat rendah dalam berhadapan dengan ketidakpastian dunia profesional global.

Kesimpulannya, Teori Z sesuai dan cocok dengan norma-norma sosial masyarakat Jepang dan ini didukung penuh oleh organisasi buruh dan lembaga pemerintah di Jepang. Bentuk organisasi Jepang sangat konsisten dan terintegrasi dalam lingkup kerja dari berbagai lini yang dalam praktiknya sesuai dengan teori yang diajarkan. Sedangkan sistem manajemen dan bentuk organisasi Amerika berbeda jauh dengan Teori Z.

Bentuk organisasi Jepang menjamin keberlangsungan hidup pekerja, promosi jabatan yang pelan tapi pasti, pelatihan kerja dan pengayaan keahlian dengan penempatan di berbagai posisi, mekanisme kontrol secara implisit, pembuatan keputusan secara kolektive dan pandangan holistik internal secara konsisten yang melibatkan peran pekerja sehingga menghasilkan produktivitas yang tinggi.



Sumber bacaan:
https://www.interproinc.com/blog/doing-business-in-japan-4-cultural-differences
https://www.businessinsider.sg/shokunin-japanese-and-american-work-cultures-difference-2018-2/?r=US&IR=T
https://classroom.synonym.com/american-and-japanese-work-management-differences-12082830.html
http://www.yourarticlelibrary.com/management/comparison-between-japanese-and-american-management-systems/25817

Posting Komentar

© Dipinterin. All rights reserved. Developed by Dipinterin