PENGERTIAN TEORI Z
Teori Z adalah teori manajemen yang seringkali diasosiasikan dengan Teori Manajemen Jepang. Teori ini dikembangkan pada masa berkembang pesatnya ekonomi Asia, utamanya untuk Negara Jepang. Teori manajemen Z menekankan pada transformasi (perubahan) aksi organisasi dan penerapan fungsi-fungsi dari berbagai teknik manajemen untuk menjamin kepuasan hati karyawan dan menjaga motivasi kerja para anggota organisasi.
pejalan kaki di Jepang | credit: Photo by Jason Ortego on Unsplash
Sebetulnya, Teori Z adalah percampuran antara teori manajemen Amerika dengan filosofi dari model manajemen Jepang.
Seperti halnya sistem manajemen organisasi lain, terdapat kelemahan dan kelebihan Teori Z yang akan kita bahas pada saat ini. Kelebihan dan kelemahan Teori Z adalah bukti bahwa teori manajemen ini terbukti secara ilmiah (scientific management) dan dapat diuji keefektifannya.
KELEBIHAN MODEL MANAJEMEN TEORI Z
Paling tidak ada 10 kelebihan atau kekuatan model manajemen teori Z. Kelebihan dari Teori Z merupakan perpaduan dari point-point penting yang menjadi kekuatan dari model manajemen Amerika dan manajemen Jepang. 10 (sepuluh) kelebihan atau kekuatan teori Z adalah:
Meningkatkan produktivitas
Loyalitas perusahaan kepada karyawan
Menjamin kepuasan batin karyawan
Meningkatkan sikap percaya dan keterbukaan para anggota organisasi
Menjalin hubungan yang kuat antara karyawan dengan organisasi
Pendayagunaan karyawan
Meningkatkan solidaritas teamwork (kelompok kerja)
Membangun tingkat komitmen karyawan kepada perusahaan
Mempromosikan kesempatan untuk berkembang di semua bidang organisasi
Adanya kontrol sistem
Adapun penjelasan kelebihan teori Z / Manajemen Jepang adalah sebagai berikut:
Meningkatkan Produktivitas
Karena teori Z merupakan perpaduan dari model manajemen Jepang dan Amerika, maka terdapat beberapa bagian dari teori manajemen ini yang terinspirasi dari kedua model manajemen induknya. Salah satu kelebihan utama dari Teori Z adalah meningkatkan produktivitas kerja para karyawan dan anggota organisasi yang lain.
Kelebihan ini diambil dari teori manajemen Jepang, yakni memberikan kesempatan pengembangan diri para karyawan melalui training atau berbagai pelatihan dan acara motivasi kerja sehingga dapat memberikan suntikan semangat bagi para karyawan untuk bekerja lebih giat lagi.
Loyalitas Perusahaan Kepada Karyawan
Yang dimaksud dari loyalitas perushaaan kepada karyawan adalah, perusahaan dengan model teori Z menjamin security atau keamanan karyawan dalam berkarir di perusahaan tersebut. Artinya perusahaan menjamin agar jangan sampai memberhentikan karyawan meskipun dalam kondisi perekonomian yang tidak menentu.
Rupanya penyediaan keamanan karir oleh pihak perusahaan ini, menghasilkan umpan balik berupa loyalitas pekerja kepada perusahaan. Sehingga jarang sekali para karyawan dari perusahaan dengan teori Z tidak betah dan mengundurkan diri dari jabatannya.
Menjamin Kepuasan Batin Karyawan
Tujuan utama dari teori Z adalah menjamin kepuasan para karyawan untuk bekerja di perusahaan sehingga menimbulkan produktivitas tinggi yang menguntungkan perusahaan tersebut. Sehingga teori Z dapat dikatakan mampu memberikan jaminan kepuasan batin karyawan dengan menyediakan berbagai fasilitas penyemangat kerja seperti prospek karir, tunjangan, pelatihan dan program pengembangan diri.
Ini membantu karyawan untuk mengaktualisasi diri dengan penuh percaya dan semangat sehingga meningkatkan kreativitas para pekerja pada perusahaan tersebut.
Meningkatkan Sikap Percaya dan Keterbukaan Para Anggota Organisasi
Salah satu kekuatan dari konsep manajemen Z adalah memfokuskan diri untuk memastikan bahwa terdapat sikap saling percaya antar lapisan anggota organisasi seperti antar karyawan, manajer dan bagian-bagian organisasi lainnya. Rasa percaya pada organisasi membuat keterbukaan antar anggota meningkat dan integritas tinggi dari masing-masing individu pada organisasi tersebut.
Menjalin Hubungan Yang Erat Antara Karyawan Dengan Organisasi
Hubungan erat antara karyawan dan organisasi merupakan salah satu ciri kelebihan dari organisasi Jepang. Lingkungan kerja yang kondusif dan pemberdayaan karyawan sebagai anggota organisasi menimbulkan rasa bangga, self-esteem and actualization dan saling memiliki dalam organisasi atau perusahaan tersebut. Ini berakibat pada menguatnya hubungan antara pekerja dengan organisasi atau perusahaan tempat dia menggantungkan hidup.
Pendayagunaan Karyawan
Pemberdayaan karyawan sebagai anggota organisasi dalam menentukan sebuah keputusan dapat menjadi strategi motivasional yang memancing para karyawan untuk terus berkontribusi secara aktif kepada perusahaan demi suksesnya capaian tujuan organisasi melalui sumbangsing pemikiran mereka.
Meningkatkan Kualitas Solidarisme Kelompok Kerja (Teamwork)
Teori Z memastikan agar para karyawan dapat bekerja bersama-sama dalam lingkungan kerja yang solid sebagai team. Di mana dalam Teori Z, keberadaan teamwork (kelompok kerja) ini tidak memiliki struktur fungsional yang formal, kaku serta rigid. Sehingga koordinasi antar anggota organisasi, penyebaran dan pengelolaan informasi serta pembagian sumber daya sesama anggota.
Membangun Komitmen Karyawan Kepada Perusahaan
Teori Manajemen Jepang memfokuskan diri pada pengembangan kemampuan dan keahlian dari para pekerjanya. Begitu pula penciptaan inisiatif yang memastikan adanya koordinasi dan komitmen pekerja dalam melakukan tanggungjawab sehari-hari.
Mengenalkan Sistem Pekerja Yang Multi-Talent (Generalist)
Menurut William Ouch, salah satu kelebihan teori manajemen Jepang adalah pekerja harus memiliki pengetahuan dan keahlian mengenai berbagai aspek operasional perusahaan. Sehingga mereka dapat berpartisipasi dalam pengambilan keputusan di tingkat manajemen. Ini juga termasuk dalam upaya mempromosikan kesempatan bagi pekerja untuk berkembang di semua bidang organisasi. Pihak manajemen juga harus memiliki rasa percaya akan skill dan kemampuan mereka di bidang tersebut.
Adanya Kontrol Sistem
Manajemen jenis ini memastikan bahwa ada struktur organisasi informal yang ditujukan untuk meningkatkan hubungan dan rasa percaya antar anggota dalam organisasi tersebut. Sehingga kontrol sistem dapat terjadi baik di dalam maupun di luar organisasi. Artinya, batas antar wilayah kerja (proses kerja organisasi) dan kehidupan personal individu hampir samar-samar sebagai bentuk kontrol sistem.
CONTOH KELEMAHAN TEORI ORGANISASI - MODEL MANAJEMEN JEPANG
Sebagai mana sebuah sistem, meskipun model manajemen Jepang memiliki berbagai kekuatan atau kelebihan, terdapat pula beberapa kelemahan teori organisasi model manajemen Jepang ini yang dapat disebutkan sebagai berikut:
Manajemen Yang Partisipatif Tidak Didukung Total
Pihak manajer tidak sepenuhnya mendukung para pekerja untuk berpartisipasi dalam pembuatan keputusan organisasi karena kekhawatiran akan miskinnya pengetahuan pekerja di bidang yang dimaksud.
Pekerja Yang Tidak Bersedia Untuk Aktif
Pekerja kemungkinan besar akan merasa enggan untuk turut aktif menyumbangkan ide dan solusi sebagai bagian dari pengambilan keputusan karena takut untuk dicecar kritik dan pertanyaan kritis.
Retensi Para Pekerja
Sangat sulit mencari pekerja yang ambisius dan penuh loyal kepada perusahaan. Meskipun manajer berhasil membangun sebuah hubungan yang erat dengan pekerja untuk beroleh loyalitas, biasanya para pekerja tetap akan berpindah pekerjaan yang lebih aman dan terjamin masa depannya.
Budaya Yang Homogen / Kebudayaan Yang Serupa
Dari berbagai kelemahan Teori Z, ada salah satu kelemahan yang menjadi ciri khas dari negara Jepang, yaitu kultur budaya yang homogen. Sangat sulit bagi kita, utamanya bangsa Indonesia untuk menemukan kultur manajemen yang didukung oleh semua anggota organisasi. Mengingat masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang majemuk. Sehingga para pekerja biasanya berasal dari kebudayaan berbeda dan menerapkan kultur kerja yang sama untuk semua anggota adalah hal yang tidak mungkin bisa terjadi secara sempurna.
Struktur Organisasi Yang Kurang Jelas
Menurut Teori Z yang dikemukakan Ouch, sebuah organisasi harusnya tidak terstruktur secara kaku. Teori ini dapat menimbulkan berbagai permasalahan. Organisasi yang tidak terstruktur menyebabkan tingkat tanggungjawab pekerja menjadi kurang.
Berpotensi Menurunkan Performa Kerja
Seperti yang disinggung pada penjelasan di atas, Manajemen Jepang memberikan adanya reward atau hadiah pada pekerja yang berprestasi atau yang dapat menyelesaikan tugas dengan baik. Jika tidak ada reward atau hadiah lagi ke depannya, pada akhirnya akan terjadi penurunan performa kerja dan beberapa konflik penuntutan adanya hadiag atau reward.
Tidak Dapat Diterapkan Pada Kebudayaan Bangsa Lain Yang Berbeda
Karena manajemen Jepang didasarkan pada kebudayaan bangsa Jepang yang unik, kemungkinan besar teori Z ini tidak dapat diterapkan di negara lain yang berbeda kebudayaannya.
Tidak Ada Solusi Final
Kelemahan akhir teori Manajemen Jepang ini yakni tidak menawarkan adanya solusi final untuk berbagai motivasi penyelesaian masalah organisasi yang berjalan di lingkungan berbeda.
Demikian penjelasan lengkap kelemahan dan kelebihan teori Z atau teori Manajemen Jepang yang diprakarsai oleh William Ouch. Sebagaimana sistem manajemen lainnya, teori Z juga memiliki kelebihan yang menguntungkan berbagai elemen anggota organisasi juga memiliki kelemahan dalam pelaksanaannya di kehidupan nyata.