DEFINISI KEPEMIMPINAN DALAM KONTEKS ORGANISASI
Kepemimpinan adalah suatu keahlian dimana seseorang mampu untuk memengaruhi oranglain sehingga mau mengikuti arahan dan menjalankan berbagai aturan-aturan serta tugas dalam bentuk kewajiban demi berjalannya organisasi. Dalam hal ini, pihak yang dipengaruhi adalah para anggota organisasi level bawah supaya bertingkah laku dan bertindak sesuai dengan sasaran-sasaran tujuan yang ingin dicapai organisasi tersebut.
Peran utama seorang pemimpin dalam organisasi adalah policy making and policy decision atau bahasa sederhanya: pengambilan keputusan.
Model keputusan pimpinan organisasi beraneka ragam bentuknya. Baik berupa keputusan rasional, bounded rasionality, keputusan rasional komprehensif, incremental, dan Mix-Scanning. Model keputusan yang digunakan seorang pemimpin atau pihak manajer sangat bergantung pada kondisi situasi dan masalah yang tengah dihadapi oleh organisasi yang dijalankannya.
Dalam organisasi, setiap bagian dari pelaksana proses manajemen yang menduduki tingkat organisasi adalah para pengambil keputusan. Dengan pengambilan keputusan-keputusan tersebut, maka organisasi dapat digerakkan dengan metode kepemimpinan-kepemimpinan yang dipakai. Sehingga kepemimpinan dapat dikatakan sebagai kunci sukses berjalannya suatu organisasi.
PERBEDAAN KEPEMIMPINAN BERHASIL DAN KEPEMIMPINAN EFEKTIF
Kepemimpinan ada yang berhasil dan ada yang efektif. Menurut Bass Cribbin (terjemahan Binaman Pressindo, 1985), kepemimpinan yang berhasil tidak sama dengan kepemimpinan yang efektif.
KEPEMIMPINAN YANG BERHASIL DALAM ORGANISASI
Kepemimpinan yang berhasil adalah kemampuan membuat orang lain seperti yang dikehendaki oleh pemimpin. Artinya pekerjaan berhasil atau selesai sehingga kebutuhan pemimpin terpenuhi tetapi kepentingan orang lain terabaikan.
Pemikiran kepemimpinan berhasil ini berkembang sesuai dengan munculnya pemikiran teori organisasi klasik Birokrasi (Max Weber), Scientific Management (Taylor), dan Teori Administrasi (Fayol) tahun 1911.
Keberhasilan pemimpin itu karena menerapkan pemaksaan mendominasi orang lain dengan ancaman sanksi. Bawahan yang dipimpin dianggap sebagai mesin, tidak kreatif yang mau bekerja kalau mendapatkan imbalan. Akibatnya kepemimpinan berhasil ini tidak menimbulkan kepuasan kerja dan perasaan bahwa organisasi itu punya orang lain, mereka hanya sebagai pekerja yang dibayar.
KEPEMIMPINAN YANG EFEKTIF DALAM ORGANISASI
Kepemimpinan yang efektif adalah kemampuan yang memungkinkan orang lain berkarya seperti kemampuan pemimpin dan sekaligus mereka menganggap bahwa inilah cara untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Jadi kepemimpinan efektif ini tidak berarti tidak berhasil tetapi keberhasilan itu adalah usaha semua pihak baik pemimpin maupun yang dipimpin. Pemikiran kepemimpinan efektif ini berkembang sesuai dengan munculnya teori organisasi Neo Klasik yang dipelopori oleh “Human Relations Movement” Tahun 1930.
Dasarnya eksistensi atau keberadaan orang dalam organisasi dianggap sama dan manusia dihargai sebagai manusia. Artinya setiap orang dianggap teman sekerja dan mampu mengambil risiko dalam berprestasi melahirkan innovasi baru. Akibatnya kepemimpinan efektif ini menimbulkan kepuasan kerja dan perasaan memiliki organisasi (a sense of belonging-ness) sehingga semua pihak terlibat dalam organisasi.
KEPEMIMPINAN EFEKTIF DALAM ORGANISASI NEGARA DAN ORGANISASI NIAGA
Dalam organisasi Negara dan Niaga, kepemimpinan yang efektif ini adalah kepemimpinan yang berhasil menjalankan peranannya sebagai pemimpin yang ditandai dengan kepuasan kerja meningkat dalam arti tidak ada keluhan, sabotase, stress, turn over (pindah) atau pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa meningkat.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kepemimpinan ini adalah berasal dari faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern adalah pendekatan kepemimpinan yaitu sifat-sifat kepemimpinan dan gaya kepemimpinan. Adapun faktor ekstern adalah lingkungan organisasi antara lain faktor politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
