PROPOSISI DEMOKRASI DAN BIROKRASI MENURUT PEMIKIRAN ROBERT GOLEMBIEWSKI

PEMIKIRAN ROBERT GOLEMBIEWSKI MENGENAI PROPOSISI DEMOKRASI DAN BIROKRASI

buku karya Robert T Golembieski | credit: www.amazon.com


Melangkah pada proposisi lain di bawah ini akan dipaparkan model birokrasi yang dikemukakan oleh Golembieski. Golembieski mengembangkan model Organization Development (OD) dengan menggunakan ide dari Robert Dahl.

Golembieski melihat bahwa demokrasi sangat mungkin dikembangkan dengan dukungan birokrasi, namun dengan model yang mengikuti pendekatan Organization Development. Model ini lebih menekankan pada proses kerja yang fleksibel, berorientasi pada team building, pembuatan keputusan lebih didasarkan pada kelompok serta collective bargaining.

Golembieski percaya bahwa demokrasi dapat dikembangkan melalui model demokrasi di dalam administrasi dan demokrrasi melalui administrasi (Golembieski dalam Uveges, 1982:56).

Demokrasi dan birokrasi sesungguhnya satu kesatuan yang saling melengkapi yang terwujud melalui nilai yang lebih tinggi yang terdapat pada demokrasi diikuti dengan model organisasi administrasi yang demokratis.

"A democratic state must not only be based on democratic prindples but also democratically administered....” (Denhard, 1984:66).

DEMOKRASI DAN PENDEKATAN OD (ORGANIZATION DEVELOPMENT)


Yang menjadi pertanyaan menarik untuk didiskusikan adalah seberapa tinggi derajat demokrasi yang me1ekat pada OD, apakah hanya terbatas pada demokrasi di dalam organisasi (intra organisasional) ataukah cukup kuat derajatnya sebagaimana pada pemikiran Madisonian, yakni peranan birokrasi sebagai mediasi diantara berbagai kelompok kepentingan.

Melihat pada penekanan 'demokrasi di dalam dan melalui administrasi' sebagaimana diungkapkan di atas, tampaknya demokrasi hanya terbatas pada tingkatan intra-organisasional. Mungkinkah pengembangan demokrasi pada intra-organisasional lebih lanjut dapat berkembang menjadi (prasyarat) kekuatan demokrasi sebagaimana yang diinginkan oleh Weber, yakni terciptanya birokratisasi di dalam big state?

Apabila hal ini yang terjadi maka sesungguhnya terdapat pemikiran yang bertolak belakang. Pada satu sisi Weber menekankan pada birokrasi dengan ciri-ciri yang rigid sebagai dasar pengembangan demokrasi di negara modern, sementara pada pihak lain, Golembieski mengembangkan model birokrasi - OD- yang fleksibel secara internal.

Apabila hal itu terjadi, maka yang diperlukan adalah menentukan variabel-variabel pokok yang memungkinkan berkembangnya nilai demokrasi baik pada Weberian maupun Golembieski dengan beranjak dari model birokrasi maupun OD.

Pada model Weberian, tampaknya nilai demokrasi dapat berkembang apabila birokratisasi diikuti dengan perkembangan ekonomi uang dan tumbuhnya partai-partai politik. Pada sisi yang lain, pembangunan hukum juga harus dipertimbangkan sebagai dasar tumbuhnya demokratisasi (Weber, 1978:281).

Sedangkan pada Golembieski, tumbuhnya nilai demokrasi tampaknya didasarkan pada variabel-variebel individu dan teknologi yang menyangkut proses dalam pembuatan keputusan misalnya. Kedua variabel ini dianggap penting mengingat ciri dari OD adalah penekanan yang berlebihan pada dimensi manusia di dalam proses administrasi. Sehingga ada kemungkinan perkembangan nilai demokrasi akan berjalan dalam lingkup yang lebih kecil dibanding dengan birokratisasi Weberian.

Pada sisi yang lain, demokratisasi pada model Weberian sering menjumpai kelemahan khususnya yang berkaitan dengan ciri rasionalisasi yang rigid itu sendiri. Penilaian ini tentunya sifatnya masih sangat terbuka.

Posting Komentar

© Dipinterin. All rights reserved. Developed by Dipinterin