[TUGAS ANTROPOLOGI] 7 UNSUR KEBUDAYAAAN UNIVERSAL MENURUT KOENTJARANINGRAT DAN KONDISI DI DAERAH MAHASISWA - PROBOLINGGO

Seperti yang telah kita pelajari, Koentjaraningrat menyebutkan ada 7 unsur kebudayaan universal. Buatlah tulisan sebanyak satu halaman (maksimal) mengenai unsur-unsur kebudayaan yang terdapat didalam masyarakat teman-teman sekalian tinggal dan berikan penjelasannya!

Repronegatief. Madoerees dorpshoofd en twee dorpsbewoners, en face | credit : Tropenmuseum via www.wikipedia.org

7 UNSUR BUDAYA UNIVERSAL MENURUT KOENTJARANINGRAT


Ada 7 unsur kebudayaan universal menurut Koentjaraningrat, yakni:
  1. Bahasa
  2. Sistem Pengetahuan
  3. Sistem Kemasyarakatan atau Organisasi Sosial
  4. Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi
  5. Sistem Mata Pencaharian Hidup
  6. Sistem Religi
  7. Kesenian

Berikut akan saya jabarkan mengenai unsur-unsur kebudayaan yang ada di daerah saya.

Sebelumnya perkenalkan, nama saya Abduh Khoir. Terlahir di Kediri, Jawa Timur, dan besar di Probolinggo, kota pelabuhan di Jawa Timur pada jalur pantura yang memiliki kebudayaan cukup unik karena merupakan melting-pot dari dua kebudayaan yakni Jawa dan Madura.

UNSUR BAHASA


Unsur pertama adalah bahasa. Yaitu elemen utama dari kebudayaan karena menjadi alat penghubung bagi manusia untuk menurunkan dan mengadaptasi kebudayaan dari satu generasi ke generasi lain. Unsur bahasa dalam kebudayaan ada dua, yakni bentuk lisan dan tertulis.

Di Probolinggo, bahasa yang digunakan adalah bahasa creole antara bahasa Jawa dan Bahasa Madura. Beberapa kata merupakan fusi maupun difusi dari kedua bahasa tersebut. Biasanya, sebuah kata memiliki unsur kata utama yang berbahasa Madura, namun imbuhannya menggunakan bahasa Jawa.

Contohnya:
Kata ‘percuma, sia-sia’ dalam bahasa Indonesia. Maka bahasa Jawa-nya, ‘muspro’. Bahasa Madura-nya, ‘sangasaen’. Namun orang Probolinggo lebih sering menggunakan kata ‘sangasai’.

Adapun daftar kata lain yang tidak dapat ditemukan di daerah lain adalah kata:
Ra borarawes (Terserah lah), dikranyami (dimarahi), cokocoi (dibohongi), koen, sampian (kamu) dan kata-kata lainnya.

Orang Probolinggo juga sering menggunakan kombinasi 3 bahasa (Indonesia, Madura dan Jawa) dalam sebuah kalimat.

Contohnya: “Jek kamu tak taoh, ya mbuh dah!” (Kamu sendiri tidak tahu, ya tak tahu lah!)
Dalam persebaran budaya bahasa, masyarakat Probolinggo termasuk kategori trilingual yang cukup handal. Di Probolinggo, orang Jawa dan Madura bisa saling berkomunikasi satu sama lain dengan menggunakan bahasa masing-masing.

Contohnya, saya yang notabene Jawa (kasar) akan mudah mengerti apa yang teman-teman Madura saya katakan, namun saya tidak bisa menimpali dengan menggunakan bahasa Madura, maka saya akan menjawab dengan bahasa Jawa. Sebaliknya, teman saya tidak lancar bahasa Jawa, maka dia akan menanggapi jawaban saya menggunakan bahasa Madura.

Meskipun kami berbicara lain bahasa, komunikasi tetap berjalan lancar.

Perlu diingat bahwa bahasa Jawa di Probolinggo adalah bahasa Jawa etnis arek (kasar), akan sangat tidak sopan jika saya gunakan kepada kakek-nenek ketika pulang ke Kediri (wilayah Jawa yang cenderung menggunakan bahasa Matraman/halus)

SISTEM PENGETAHUAN


Sistem pengetahuan berkaitan dengan cara-cara manusia mengetahui keadaan sekitar, beradaptasi dengan lingkungan sekitar, pemanfaatan flora dan fauna serta penggunaan alat-alat untuk menunjang kehidupan.

Di Probolinggo, mayoritas penduduk bekerja sebagai nelayan dan petani. Perhitungan masa panen dan musim berlayar tetap menggunakan kalender Jawa. Dan setiap setahun sekali mengadakan upacara petik laut (bagi nelayan) dan sedekah bumi (bagi petani). Sistem pengetahuan di Probolinggo, masih lebih kental budaya Jawa-nya daripada Madura. Namun kebanyakan pesantren atau pendidikan berbasis agama paling banyak dijalankan oleh keluarga Madura.

SISTEM MATA PENCAHARIAN HIDUP


Sistem mata pencaharian hidup berkaitan dengan usaha-usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup seperti mendapatkan barang dan jasa. Sistem mata pencaharian hidup atau sistem ekonomi diantaranya meliputi kegiatan berburu, mengumpulkan makanan, bertanam, sistem peternakan, perikanan dan perdagangan berikut jasa. 

Tidak ada hal yang mencolok di Probolinggo mengenai sistem mata pencaharian hidup selain menyadari bahwa kebanyakan masyarakat bermatapencaharian sebagai nelayan dan petani (tembakau, bawang dan kopi).

SISTEM KEMASYARAKATAN ATAU ORGANISASI SOSIAL


Sistem Kemasyarakatan atau organisasi sosial adalah satu kesatuan dari sekelompok masyarakat yang merasa satu dengan sesamanya. Sistem ini meliputi sistem kekerabatan, perkumpulan, asosiasi, kenegaraan, kekeluargaan dan kesatuan hidup.

Di Probolinggo sistem kemasyarakatan tidak terlalu menonjol. Hanya saja, beberapa etnis seperti Arab dan Tionghoa memiliki sistem fam (keluarga) tersendiri yang turut menyumbangkan kekayaan budaya masyarakat Probolinggo. Orang Madura dikenal sangat loyal terhadap keluarganya dan cenderung membela nama baik keluarga walau tahu salah satu anggota keluarga ‘bersalah’. Prinsipnya, ‘mereka akan membela anggota keluarganya yang salah secara mati-matian di depan orang banyak, namun akan menasehati dan memberikan sanksi internal dalam lingkungan keluarga sendiri’. Ini semata-mata dilakukan untuk menajaga nama baik keluarga.

Sementara belum ada tendensi racial diantara suku dan etnis di Probolinggo, konflik sosial muncul karena masalah kekeluargaan dan hukum pidana semata. Jawa, Madura, Arab dan Tionghoa menyatu membentuk masyarakat yang plural.

SISTEM PERALATAN HIDUP ATAU TEKNOLOGI


Sistem peralatan hidup dan teknologi menyangkut kebudayaan fisik/benda seperti alat produksi, senjata, barang pecah belah, makanan minuman, pakaian, perhiasan, bentuk rumah adat serta alat-alat transportasi.

Di Probolinggo, penggunaan teknologi tradisional lebih banyak dipengaruhi adat Madura, seperti penggunaan ‘brujul’ atau pembajak sawah. Jika di Madura ada keraban sapi, maka di Probolinggo ada keraban kambing. Yang mana festival keraban kambing seringkali dihelat sebagai acara penyambut masa tanam. Lahan yang hendak ditanami, diairi dan digunakan sebagai pacuan dari lintasan kambing-kambing yang dibalapkan.

Senjata juga lebih banyak didominasi oleh suku Madura, yakni clurit. Kita mungkin sering mendengar berita tentang kasus pembacokan dengan celurit akibat masalah asmara rumah tangga di Probolinggo.

Pakaian tradisional juga didominasi warna merah khas suku Madura dan Jawa Timur pada umumnya. Kemben atau jarik mengambil corak Jawa. Dan hiasan kepala menggunakan udeng (untuk laki-laki) dan ikat penutup kepala mirip babushka (bagi perempuan)

SISTEM RELIGI ATAU KEPERCAYAAN


Sistem religi atau sistem keagamaan adalah sistem antara keyakinan dan praktik keagamaan, sesuatu yang tidak terjangkau akal sehat manusia dan hal-hal mistis lainnya. Sistem religi meliputi kepercayaan, nilai-nilai, pandangan hidup, komunikasi keagaamaan dan upacara.

Seperti disinggung pada pembahasan sistem pengetahuan, sistem religi di Probolinggo cukup unik. Mayoritas beragama Islam, dan suku Tengger di Bromo beragama Hindu. Asimilasi budaya Islam – Hindu masih kental, seperti kebanyakan daerah lain di Pulau Jawa.

Seperti upacara selepas kematian, peringatan 3 hari, 7 hari, 3 bulan (nyatus) dan nyewu (1000 hari) yang diisi dengan bacaan Yasin serta tahlil. Seperti pada masa menyambut Ramadhan, jika di wilayah lain dikenal dengan budaya megengan atau apeman (membuat kue apam), maka di Probolinggo dikenal dengan praktik bi bi bi (bertukar makanan antar warga).

Masyarakat juga masih mempercayai tempat-tempat yang dianggap suci seperti pesarean, makam ulama, dan tempat-tempat yang dikramatkan.

KESENIAN


Unsur kesenian adalah unsur kebudayaan yang menyangkut keindahan, estetisme. Yang dibentuk dari hasil pola pikir dan perspektif imanjinatif manusia sehinggap dapat menimbulkan kepuasaan batin. Kesenian dapat dibedakan menjadi seni rupa, seni suara dan seni tari.

Di Probolinggo, kesenian sebagai salah satu unsur kebudayaan universal dipengaruhi oleh kebudayaan Jawa dan Madura. Seperti kesenian jaran bodhag yang mengambil dari budaya jaran kepang, tari Lengger (budaya Jawa) yang diiringi kidung berbahasa Madura dan musik aliran Madura.

Juga seni tari lain berupa tari Glipang, merupakan tari yang menunjukkan kegagahan dan perlawanan terhadap penguasa yang semena-mena.

Posting Komentar

© Dipinterin. All rights reserved. Developed by Dipinterin