ARTI DARI ILMU LOGIKA
Apakah Logika Itu? Apa yang dimaksud dengan ilmu logika? Terdapat beberapa pengertian dan definisi logika menurut para ahli ilmu pengetahuan dan filosofi dari berbagai belahan dunia. Berikut akan diberikan daftar arti ilmu logika menurut para ahli.
Menurut Alex Lanur (1983: 7)
Logika adalah ilmu pengetahuan dan kecakapan untuk berpikir lurus (tepat)
Menurut pendapat Poespoprojo (2011: 13)
Logika adalah ilmu dan kecakapan menalar, berpikir dengan tepat (the science and art of correct thinking)
Menurut Sidi Gazalba (1991: 41)
Logika adalah hukum untuk berpikir tepat, sehingga membentuk pengetahuan yang tepat.
Menurut Ahmad Dardiri (2017: 4)
Logika adalah studi mengenai metode dan prinsip-prinsip yang digunakan untuk membedakan penalaran yang benar dari penalaran yang salah (the study of methods and principles used to distinguish good (correct) from bad (incorrect) reasoning)
Menurut Kleinman (2013: 5) dalam Ahmad Dardiri (2017: 4)
Logika adalah salah satu tema filsafat yang berkaitan dengan bagaimana membuat argumen yang valid. Logika merupakan alat yang digunakan untuk mendapatkan pengetahuan
PERBEDAAN LOGIKA FORMIL DAN MATERIL BERIKUT CONTOH
Disebut logika formil, apabila difokuskan pada bentuknya, yaitu pembentukan pengertian, putusan, dan penyimpulan. Ketiga hal ini disebut juga sebagai kerangka atau unsur logika.
Disebut logika materil, apabila pemikiran itu tidak hanya tepat menurut bentuknya, tetapi juga benar menurut isinya. Artinya, isi atau muatan suatu pengertian, putusan, dan penuturan itu mengandung kebenaran.
Tugas logika formil dilanjutkan oleh logika materil. Penyimpulan itu tepat, apabila dalam putusan yang diharuskan ditarik kesimpulan sesuai dengan kaidah. Kemudian, penyimpulan itu benar, apabila kesimpulan menurut kaidah ditarik dari putusan (premis) yang benar, yakni mengatakan dengan benar keadaan yang sesungguhnya.
Contoh:
Semua manusia pasti akan mati (premis mayor)
Adam adalah manusia (premis minor)
Adam pasti akan mati
PERBEDAAN TEPAT DAN BENAR DALAM LOGIKA
Perbedaan antara tepat dan benar. Sesuatu yang benar adalah tepat. Tetapi yang tepat belum tentu benar.
Contoh:
Seorang karyawan mengeluarkan biaya hidupnya selama satu bulan sebanyak tiga juta rupiah. Sementara gaji yang diperolehnya hanya dua juta. Untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, ia ‘nyambi’ ngojek di sela-sela kegiatan kantor. Akibatnya ia mendapat sangsi dan gajinya dikurangi. Bagaimana sifat keputusan itu?
MAKSUD DAN TUJUAN DARI ILMU LOGIKA
Maksud dan tujuan logika. Maksud logika adalah membentuk pengetahuan yang tepat dengan jalan berpikir; adapun tujuan akhirnya adalah menghasilkan pengetahuan yang benar. Untuk terwujudnya pengetahuan yang benar, tentu harus tersedia bahanbahan yang benar pula. Pengetahuan yang benar adalah pengetahuan yang sesuai dengan obyek yang sesungguhnya.
LOGIKA SEBAGAI ILMU PENGETAHUAN
Ilmu Pengetahuan atau kadang hanya disebut ‘ilmu’ (science) adalah kumpulan pengetahuan (knowledge) tentang pokok tertentu. Kumpulan ini merupakann suatu kesatuan yang sistematis serta memberikan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Penjelasan tersebut terjadi dengan menunjukkan sebab-musababnya.
Setiap cabang ilmu membatasi diri pada salah satu bidang tertentu, dan mempelajari bidangnya itu dari segi tertentu. Pertanyaan yang terus menerus diajukan dalam setiap ilmu adalah: apa yang terjadi, bagaimana, dan mengapa. Menjelaskan sesuatu berarti menunjukkan bagaimana hal yang satu berhubungan dengan hal yang lain.
Lapangan ilmu pengetahuan tersebut, meliputi azas-azas yang menentukan pemikiran yang lurus, tepat, dan benar. Agar dapat berpikir lurus, tepat, dan benar, logika berperan menyelidiki, merumuskan, dan menerapkan ‘hukum-hukum’ yang harus ditepati.
Logika dengan demikian bukanlah sebuah teori belaka, melainkan merupakan keterampilan atau kecakapan untuk menerapkan hukum-hukum pemikiran dalam praktek. Oleh karena itu, logika disebut filsafat yang praktis.
BATAS ILMU LOGIKA DAN TEORI PENGETAHUAN
Logika menentukan norma-norma berpikir, supaya pemikiran itu membentuk pengetahuan yang tepat. Sedangkan teori pengetahuan membentuk pengetahuan yang benar tentang obyek dalam bentuk putusanputusan. Apabila logika mempergunakan putusan teori pengetahuan yang benar sebagai premis, maka pengetahuan yang dihasilkan logika itu bukan saja tepat, tetapi juga benar.
Contoh:
Semua mahasiswa prodi ilmu sejarah mengikuti PKKMB
Ali adalah mahasiswa prodi ilmu sejarah
Ali mengikuti PKKMB.