PENGENALAN MATERI
Pada pertemuan kali ini, kita akan membahas tentang "Teori Permintaan Konsumen Individual". Sifat-sifat kurva indiferen, garis anggaran, yang mana ini merupakan perilaku konsumen pendekatan ordinal dimana secara grafis persinggungan antara kurva indiferen dan garis anggaran menunjukkan titik keseimbangan konsumen. Dalam arti dengan anggaran tertentu dapat dibelanjakan sejumlah kombinasi dua barang yang jumlahnya tertentu dengan harga tertentu juga. Pada posisi ini sering disebut sebagai titik dimana konsumen individual memperoleh kepuasan maksimum. Pilihan kombinasi barang yang lain dapat dipastikan akan memberikan kepuasan yang lebih rendah.
KOMPETENSI YANG INGIN DICAPAI
Pada materi tentang Teori Permintaan Konsumen Individual ini, pembaca diharapkan untuk dapat mengerti beberapa hal dasar seperti:
- Menjelaskan daya guna
- Menjelaskan kurva indiferensi
- Menjelaskan garis anggaran
- Menunjukkan keseimbangan konsumen
- Menunjukkan efek subsitusi dan efek pendapatan
MATERI VIDEO TEORI PERMINTAAN - PERILAKU KONSUMEN
TEORI DAYA GUNA MARGINAL DAN PENDEKATAN INDIFERENSI
Hukum permintaan dapat dijelaskan dengan dua pendekatan yaitu teori daya guna marginal dan pendekatan indiferensi. Keduanya didasarkan pada upaya menentukan pilihan barang-barang konsumsi oleh konsumen individual untuk memaksimalkan kepuasan (daya guna) total dengan batasan pendapatan yang jumlahnya tertentu.
Daya guna marginal mengalami penurunan bila semakin banyak barang dikonsumsi. Pendekatan daya guna marginal menggunakan anggapan-anggapan sebagai berikut:
- Para konsumen merupakan subjek rasional dimana dimana ia membelanjakan semua pendapatannya yang tertentu dan terbatas untuk memperoleh kepuasan (daya guna) total maksimal.
- Konsumen memiliki preferensi yang jelas akan barang-barang dan jasa-jasa yang tersedia di pasar.
- Harga barang-barang konsumsi sudah tertentu dan tetap tak berubah berapapun kuantiats yang dibeli
- Keseimbangan konsumen atau posisi kepuasan maksimum dicapai bila konsumen membelanjakan semua pendapatan sedemikian rupa sehingga daya guna marginal per rupiah dari pendapatan yang dibelanjakannya sama untuk setiap barang yang dikonsumsi.
KURVA INDIFERENSI
Kurva indiferensi dan garis kendala anggaran merupakan dua alat yang digunakan dalam pendekatan kurva indiferensi. Kurva ini menunjukkan berbagai kombinasi kuantitas dua barang konsumsi yang memberikan tingkat kepuasan (daya guna) total yang sama.
Ciri kurva indiferensi adalah berlereng menurun dari kiri atas ke kanan bawah, berbentuk cembung kea rah titik orijin, dan kurva-kurvanya tak saling memotong. Konsumen dianggap bisa mengemukakan preferensi atas bundle-bundel kombinasi barang-barang konsumsi yaitu mana yang ia lebih atau kurang sukai atau mana yang indiferen atau sama sukanya. Ini tercermin pada kurva-kurva indiferensi yang jumlahnya banyak sekali dan merupakan peta indiferensi. Tujuan konsumen mencapai kepuasan maksimal dicapai pada titik persinggungan antara garis kendala anggaran dengan kurva indiferensi tertinggi yang bisa dicapai.
PENDEKATAN TEORI KONSUMSI DAN KURVA ENGEL
Kurva permintaan konsumen individual akan suatu barang dapat diperoleh dengan mengubah harga barang bersangkutan hingga dapat diperoleh posisi keseimbangan baru dengan pendekatan kurva indiferensi. Cara yang sama, dengan mengubah harga, juga dapat digunakan untuk memperoleh kurva permintaan konsumen individu dengan pendekatan daya guna marjinal. Apabila posisi-posisi keseimbangan pada harga yang berbeda itu dihubungnkan pada analisis pendekatan kurva indiferensi maka diperoleh kurva Harga Konsumsi. Bila posisi titik keseimbangan pada tingkat pendapatan berbeda, dengan pendekatan ini, dihubungkan maka diperoleh kurva pendapatan konsumsi. Selanjutnya apabila kuantitas keseimbangan serta tingkat pendapatan yang bersangkutan digambarkan maka diperoleh Kurva Engel yang berlereng menanjak naik (pada barang normal).
KELEBIHAN PENDEKATAN KURVA INDIFERENSI
Kelebihan pendekatan kurva indiferensi jika dibandingkan dengan pendekatan daya guna marjinal adalah yang pertama hanya memerlukan anggapan bahwa konsumen tidak perlu menguantifikasikan daya guna total dan marjinal. Di samping itu ia dapat memisahkan efek substitusi dan efek pendapatan yang merupakan efek total akibat perubahan harga terhadap kuantitas yang diminta. Efek substitusi adalah efek perubahan harga berupa tindakan konsumen yang akan mengganti barang yang harganya lebih mahal dengan barang yang harganya lebih rendah.
EFEK PENDAPATAN
Efek pendapatan adalah efek perubahan pendapatan terhadap posisi keseimbangan konsumen. Efek perubahan harga atas kuantitas yang diminta atau dikonsumsi dibedakan menurut jenis barangnya yaitu barang normal, barang inferior/barang Giffen dengan menghubungkannya dengan efek pendapatan dan efek substitusi. Barang Giffen mempunyai kurva permintaan berlereng menanjak naik.
*Referensi : Modul 3 Pengantar Ekonomi Mikro