Pengalaman 12 Kali Steril Kucing Dalam Setahun

 

Event steril kucing gratis massal di BPTP Jatim
Event steril kucing gratis massal di BPTP Jatim


Ih, merampas hak hidup kucing!

Dasar nggak berperikehewanan. Kucing kan juga pengen punya keturunan kayak manusia!

Emangnya kamu mau nggak bisa punya anak kayak kucing? Nggak punya hati!

Kasihan tau kucingnya, jadi nggak bisa ena-ena

Yaa...hal-hal seperti gini emang sering banget saya dapetin kalau ngomongin soal steril kucing. Udah khatam lah ya istilahnya. Dihujat pernah, dihina pernah, tapi laksana batu karang di lautan yang begitu kokoh tidak bergeming (ciye...), saya mah tetap seorang pro-steril yang demen banget berburu biji kucing jantan.

Pengenalan saya dengan steril kucing ini terjadi pada tahun 2019, baru banget. Semua bermula karena sudah nggak tahan dengan tingkah si Gembul sama Siput yang demen banget spraying di rumah. Puncaknya, saya kudu ganti keyboard laptop dan layar PC karena jadi korban spraying. Selain suka nyemprot sana-sini menandakan area kekuasaan, Gembul dan Siput doyan banget berantem di dalam rumah sambil teriak-teriak panggil betina sepanjang hari.

Asli, itu bikin emosi banget.

Belum lagi Ibu saya tiap saat kudu membersihkan sisa spraying di sepanjang tempat, membuat saya dihadapkan pada pilihan sulit, membiarkan Gembul dan Siput keluar rumah mencari betina, atau tetap keep indoor. Saya jelas pilih opsi kedua karena sejak kembali memelihara kucing setelah 15 tahun absen, saya nggak rela Gembul dan Siput keluar. 

Nanti kalau dilempar batu sama orang, gimana?

Nanti kalau tersesat dan tak tahu arah jalan pulang, aku tanpamu butiran debu, gimana?

Nanti kalau ketabrak mobil, gimana?

Ribet kan hidup saya? Masalah kucing aja dipikirin, apalagi kamu, mas

Di waktu itulah, tahun 2019 akhirnya saya kenal sama yang namanya steril kucing.

Baca juga:  Air Terjun Watu Ondo, Si Kembar Cantik di Kaki Gunung Welirang

Apa Sih Steril Kucing itu?

Waktu saya bilang ke Ibu bakal bawa Gembul dan Siput untuk steril, Ibu sempat nolak. Ibu bahkan mengajukan pertanyaan yang sering ditanyakan banyak orang yaitu 'nanti kucingnya masih bisa kencing nggak? Disunat gitu?'

Saya nggak nyalahin Ibu saya, karena memang ada banyak sekali kekeliruan soal steril kucing ini. Banyak orang beranggapan bahwa ketika kita steril kucing, maka itu sama dengan melakukan tindakan sunat pada manusia, atau mungkin kebiri yang identik dengan penghilangan organ kelamin.

Padahal mah salah.

Menurut drh Tika Lina Putri di website resmi Proplan, steril kucing adalah sebuah prosedur operasi untuk mengangkat organ reproduksi pada kucing agar mereka tidak bisa berkembang biak lagi. Pada kucing jantan, disebut dengan kastrasi/neuter/orchiectomy. Sementara pada kucing betina, disebut ovariohysterectomy (OH)/spay.

Saat proses neuter, testis kucing bakal diangkat sementara dalam spay, ovarium dan uterus pada rahim kucing betina yang diambil. Ketika organ-organ reproduksi itu diangkat melalui prosedur operasi, kucing akan kehilangan keinginan untuk kawin sekaligus kemampuan berkembang biak. Hasilnya, nggak akan ada lagi kitten-kitten malang yang dibuang manusia karena melahirkan-melahirkan terus.

Dari penjelasan itu, paham kan maksud dari steril kucing? Nggak akan ada tindakan penyiksaan karena kucing dibius selama proses steril. Kucing masih akan bisa pipis secara normal karena tidak ada tindakan melukai organ kelamin. Beberapa kucing (kebanyakan yang liar), masih memiliki sedikit keinginan untuk kawin.

Menurut dokter hewan langganan saya, kucing jantan bahkan masih bisa membuahi betina dalam waktu 3-4 minggu setelah steril. Kucing jantan juga masih mempunyai keinginan kawin hingga enam bulan setelah steril. Namun untuk kucing betina yang melakukan prosedur steril dengan tepat (angkat ovarium dan uterus), langsung tidak akan bisa hamil sama sekali setelah steril.

Kecanduan, Setahun Sampai Sepuluh Kali Steril Kucing

Gembul - Bagong - Siput
Gembul - Bagong - Siput

Adalah komunitas Stray Cat Defender (SCD) yang mengenalkan saya dengan kegiatan steril kucing ini. Komunitas ini memang bertujuan untuk menyelamatkan kucing-kucing Malang sambil memberikan edukasi pro-steril. Dibantu oleh mbak Thasya, saya diarahkan untuk melakukan prosedur steril SCD ini.

Bisa dibilang saya sangat beruntung kenal dengan SCD ini. Hampir setiap bulan, SCD yang mengajak kerjasama Inaland Petcare ini menggelar event steril kucing. Dimulai pada bulan Juli 2019, saya langsung steril Gembul dan Siput. Sebulan kemudian, giliran kucing gondrong yang saya temuin di dekat kandang sapi disteril yakni Bagong. Tapi Bagong waktu itu ikut acara steril di komunitas HAL (Hopeless Animal Lovers).

Nggak sampai dua bulan setelah disteril, Gembul dan Siput langsung berhenti spraying. Berhenti berantem dan teriak-teriak cari betina. Seneng dong? Pastinya! Padahal awalnya sempet was-was karena Gembul dan Siput disteril dalam usia nggak muda. Gembul waktu itu udah 3,5 tahun sementara Siput sekitar 2,5 tahun. Kalau Bagong emang masih muda banget, dia lima bulan tubuh udah segede gaban, bobot 4 kilo, langsung steril hahahaha.

Ibel setelah disteril
Ibel pakai collar setelah steril dengan perut bedah samping

Dampak positif dari steril Gembul, Siput dan Bagong akhirnya bikin saya kecanduan. Saya memilih SCD sebagai penggelar event steril karena mereka itu profesional banget. Tim dokter Inaland Petcare yang menangani steril kucing bener-bener melakukan prosedur dengan sangat rapi. Saya nggak perlu balik ke klinik atau ngasih obat ke kucing.

Dari situlah saya akhirnya mulai steril kucing-kucing liar di sekitar rumah. Dimulai dengan Mamat, Tupai, Omen, Hazel (kucing tante saya), Michi, Lala dan Ibel. Semua terjadi dalam waktu setahun sejak Oktober 2019 - Agustus 2020.

Tupai adalah kucing betina pertama yang saya ajak steril di event SCD. Sempet was-was karena kalau bicara steril kucing betina itu ribeet banget. Tapi eh emang tim dokter Inaland Petcare ini jagoan banget. Bukannya pake bedah perut, kucing betina yang disteril di Inaland Petcare pakai prosedur bedah samping. Luka sayatan kecil banget, anti ribet-ribet club. Cuma butuh waktu seminggu sampai akhirnya luka bekas operasi sudah tertutup sempurna. Nggak perlu obat dan si kucing betina langsung main 1-2 hari setelah operasi.

Baca juga: Makna Lagu 'Donna Donna': Tak Cuma Anak Sapi dan Burung, Tapi Takdir Tuhan

Pengalaman Pertama Ikut Steril Kucing Gratis

Antrian kucing yang mau disteril
Antrian kucing yang mau disteril di BPTP Jatim

Sekitar minggu ketiga bulan September 2020, saya dapet info kalau bakal ada event steril dan vaksin rabies gratis yang digelar BPTP Balitbangtan Jawa Timur dalam rangka Hari Tani Nasional 2020 dan Hari Rabies Sedunia. Karena di garasi rumah menyisakan kitten yang masih belum lima bulan, saya akhirnya memutuskan untuk ikut event itu dengan mendaftarkan dua ekor kucing liar di teras, Willy dan Rere.

Kebetulan Willy dan Rere ini kucing jantan, jadi saya merasa nggak perlu seribet betina untuk cek bekas jahitan operasi. Lagipula kalau steril betina, saya masih belum menemukan keyakinan pada dokter hewan lain (sudah enam kucing betina saya steril dengan bedah samping oleh tim dokter Inaland Petcare).

Bisa dibilang ini adalah steril kucing gratis pertama yang saya ikutkan dan dalam konsep massal. Ada sekitar 100 ekor kucing yang disteril pada hari Senin, 28 September 2020 kemarin. Saya termasuk yang beruntung dapat slot steril gratis langsung dua ekor (pakai email saya dan email Ibu, hahaha).

Hal-Hal yang Dipersiapkan Sebelum Steril Kucing

Willy diperiksa vet sebelum steril
Willy diperiksa vet sebelum steril

Pengalaman 10 kali steril kucing kayaknya udah lebih dari cukup sebagai modal ikutan steril gratis massal. Tapi buat temen-temen yang mau steril kucing, ini ada beberapa hal yang bisa dilakukan:

  1. Pastikan kucing dalam kondisi sehat ya. Tidak diare, tidak pilek, tidak demam/flu dan telinga tidak kotor
  2. Kalau kucing yang disteril ini kucing indoor, usahakan ngasih obat cacing atau vaksin jika perlu. Supaya benar-benar sehat karena kan pas steril massal bakal ketemu banyak kucing. Tapi karena Willy dan Rere adalah kucing liar depan rumah, saya cuma memastikan kalau mereka tidak diare, makan minum lancar dan buang air normal
  3. Kucing setidaknya puasa dulu sekitar 6-8 jam sebelum operasi. Puasa makan aja ya, kalau minum biarkan saja
  4. Bawa wadah entah keranjang atau kandang yang aman dan bisa dibuat rebahan kucing, karena setelah steril nanti kucing bakal dalam pengaruh obat bius

Karena Rere dapat jadwal steril jam 08.00-10.00 sementara Willy pukul 10.00-12.00, saya memang bawa Rere dulu ke lokasi steril. Beruntung kantor BPTP Jatim ini cuma lima menit dari rumah, jadi bisa bolak-balik heheheh.

Pas di lokasi, kucing langsung diperiksa oleh tim dokter seperti pengecekan suhu, kondisi mata dan denyut nadi. Rere dan Willy semua lolos pemeriksaan dan berhasil steril. Rere disteril dalam usia sembilan bulan, sementara Willy sudah dua tahun. Mereka berdua cuma pingsan sekitar 1-2 jam dan kemudian saya bawa pulang.

Perawatan Pasca Steril Kucing

 

Kondisi kucing setelah steril, belum sadar
Kondisi kucing setelah steril, belum sadar
 

Kucing yang udah disteril baik jantan atau betina, pasti keluar dari lokasi dalam pengaruh obat bius. Cuma bisa rebahan, dan nggak punya keinginan untuk makan. Nah, gimana perawatan pasca steril? Ini saya jelasin berdasarkan pengalaman ya:

  1. Usahakan kucing yang udah disteril langsung dimasukkan ke dalam kandang. Biasanya mereka nggak akan bisa berdiri dan beraktivitas selama 3-5 jam
  2. Kucing akan muntah (beberapa kucing saya ada yang enggak) dan buang air kecil dalam kondisi rebahan, jadi lebih baik nggak usah kasih makan/minum dulu saat di kandang
  3. Kucing akan mulai makan dan minum sekitar 6-8 jam setelah steril. Kasih aja pakan basah yang beraroma menyengat. Kalau kucing sampe 10 jam nggak mau makan/minum, kamu harus paksa makan/minum daripada kucing sakit. Jika perlu, konsultasi ke dokter hewan
  4. Saya biasanya mengandangkan kucing semalam setelah steril supaya dia bisa pulih total. Baru kemudian keesokan harinya sudah dilepas. Kalau jantan udah bisa lari-lari, kalau betina biasanya masih sedikit sempoyongan karena prosedur operasi steril betina lebih ribet. Kecuali kalau kucing indoor, beberapa jam setelah steril langsung jalan-jalan di dalam rumah meskipun masih jatuh-jatuh mulu
  5. Selalu amati bekas jahitan operasi kucing, jika perlu pasang collar di kepala kucing agar nggak dijilat. Beberapa kucing betina saya biasanya nakal dan narik-narik benang jahitan. Tupai, Hazel, Lala dan Ibel kayak gini sampe bekas jahitannya sedikit bermasalah. Saya kasih bioplacenton, kepala di-collar beberapa hari, sembuh deh nggak perlu balik klinik atau dijahit lagi
  6. Maksimal seminggu, bekas jahitan biasanya sudah mengecil dan cuma berbentuk sayatan. Bulu kemudian tumbuh kembali
  7. Selama proses penyembuhan steril, saya biasanya ngasih vitamin tambahan ke kucing supaya nafsu makan mereka tetap terkontrol. Nafsu makan normal = kucing cepat sembuh

Baca juga: 8 Drama Korea Tentang Kesehatan Mental yang Wajib Kamu Tonton

Steril Kucing YES, Suntik/Pil KB NO!

Kalau ditotal, udah ada 12 ekor kucing yang saya bawa steril. Agak gila sih kalau ingat-ingat udah banyak juga. Sebagai pecinta kucing yang nggak terlalu telaten merawat kitten, saya bisa bilang kalau steril kucing ini adalah hal wajib bagi kalian yang suka kucing. Kita harus bisa mengontrol populasi kucing, karena gimanapun juga nggak semua orang di sekitar kita suka kucing.

Banyak nasib kucing yang terpaksa dibuang karena melahirkan terus. Induk dan anak-anaknya yang masih bayi dipaksa pisah karena kelakuan manusia. Supaya nggak ada lagi kucing yang terlantar, cari makanan di sampah dan ditendang, saya rasa steril kucing adalah satu-satunya solusi terbaik. Manusia bahagia, kucing pun hidupnya lebih sejahtera.

Kucing yang disteril memang akan kehilangan nafsu untuk kawin. Mereka cenderung lebih tenang, suka makan dan dampaknya gemuk. Tapi yang lebih besar lagi dari dampak steril kucing adalah si kucing sehat karena mereka hanya bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Jadi meskipun kita nggak punya dana untuk vaksin kucing-kucing liar, melalui steril mereka akan lebih sehat karena mereka jadi doyan makan dan nggak birahi.

Tapi kan ada suntik KB atau ngasih pil KB, jauh lebih murah daripada steril!

Kalau kalian bilang ini di depan saya, saya jamin bakal langsung saya getok kepalanya.

Suntik dan pil KB sangat tidak dianjurkan untuk kucing. Dalam jangka panjang, kucing yang diberi KB akan mengalami pyometra alias infeksi rahim yang akhirnya menyebabkan kematian. Kalau emang dokter hewan itu berkualitas, dia pasti nggak bakal menganjurkan KB. Saya pernah sekali mau suntik KB untuk kucing liar depan rumah namanya Neneng, tapi dia berhasil kabur di tempat rumah orang yang ngasih suntik KB. Setelah saya tahu, orang pemberi suntik KB itu bukanlah tenaga medis, jadi nyesel bawa Neneng ke sana karena saya akhirnya kehilangan Neneng.

Jadi, nggak usah deh aneh-aneh. Satu-satunya cara terbaik untuk mengendalikan populasi kucing dan membuat kucing sejahtera itu ya hanya steril kucing! Jadi buat temen-temen, supaya kucing nggak kaburan, ilang, kurus, lebih baik segera steril ya. Ada banyak kok kegiatan steril kucing di seluruh Indonesia, bahkan beberapa Puskeswan menyediakan steril gratis (dengan syarat khusus).

Yuk, kita steril kucing!

Posting Komentar

© Dipinterin. All rights reserved. Developed by Dipinterin