![]() |
| Perjalanan ke Budug Asu |
Jujur saja. Sebetulnya saya bukanlah orang yang di setiap akhir tahun membuat resolusi untuk 12 bulan ke depan. Jadi kalau ada yang bertanya, apakah resolusi 2021 yang ingin saya gapai, mungkin saya akan bingung menjawabnya.
Apakah ini artinya saya termasuk orang yang tidak memiliki tujuan hidup?
Apakah itu artinya saya tak punya mimpi?
Tentu saja tidak!
Ada yang bilang bahwa manusia yang tak memiliki mimpi sama saja seperti seonggok daging yang berjalan di muka bumi ini. Bahkan katanya kalau kita tak punya mimpi, sama saja seperti orang yang tak percaya Tuhan.
Sounds familiar?
Itu kata-kata Zafran dari novel 5 CM.
Hanya kata-kata di lembaran kertas yang pernah begitu mempengaruhi hidup saya bertahun-tahun lalu. Tapi tidak dengan 2020 ini.
Mungkin kita semua sepakat bahwa 2020 adalah tahun yang buruk untuk memulai dasawarsa ketiga di abad ke-21.
Apa yang saya alami di tahun 2020 ini, tampaknya seperti apa yang dialami Charles Xavier muda (James McAvoy) dalam film X-MEN: DAYS OF FUTURE PAST (2014). Tidak berputar pada sumbunya, persis seperti gasing yang salah lempar dan akhirnya berhenti berotasi karena kelelahan dan tak menarik lagi.
Ah, tapi kan Rai kamu masih bisa tertawa-tawa. Kamu masih rajin nonton film dan memelihara kucing.
Siapa yang bilang tidak?
Kalian tahun Jim Carrey? Salah satu aktor Hollywood yang dikenal dengan kemampuan akting kocak dan tampak selalu bahagia itu ternyata diam-diam mengonsumsi Prozac. Cobalah googling ke alodokter, kalian akan tahu bahwa Prozac itu adalah salah satu obat untuk mengatasi depresi. Yap, Carrey ternyata mengidap depresi berkepanjangan dan cukup berat.
Bukankah dia tampak seperti orang normal? Ya. Sangat normal. Sama seperti kamu, saya dan kita semua.
Harapan yang terus-menerus dimatikan adalah hal terkuat yang membuat saya ada di fase ini. Saya jelas menolak untuk menjadi orang yang selalu mengeluh, apalagi kalau melihat ada banyak sekali orang yang lebih malang daripada saya.
Mencoba berbicara dengan diri sendiri, saya akhirnya tahu bahwa zona nyaman itu memang sangat berbahaya.
Sejak keluar dari KapanLagi.com®, empat tahun lalu, ada banyak hal yang telah terjadi. Bahagia, perih, kecewa, marah, puas dan kehilangan. Saya selalu percaya bahwa setiap orang punya caranya tersendiri untuk berdialog dengan Tuhan. Saya pernah mengutuk, merajuk dan bersikap layaknya korban pada-Nya.
But don’t despair and never lose hope, 'Cause Allah is always by your side. Turn to Allah, He’s never far away. Put your trust in Him, raise your hands and pray ~ Insya Allah (Maher Zain ft Fadly Padi)
Namun saya seperti kebanyakan umat limbung lain, selalu saja memperoleh uluran tangan-Nya.
Setiap orang memiliki support system masing-masing. Untuk saya yang sudah terlalu lama hidup di dalam gua yang saya buat sendiri, dukungan itu hadir dengan begitu tulus lewat kelompok yang bernama keluarga.
Harapan adalah Kekuatan Terbesar Manusia
Pernah tidak kalian ada sangat dekat dengan mimpi, tapi karena hal bodoh yang kalian pilih, mendadak kalian kehilangan kesempatan itu untuk selamanya?
Saya pernah.
Dan itu terjadi sekian tahun lalu, beberapa saat setelah saya lulus SMA. Bisa dibilang bahwa keputusan yang saya buat saat itu, adalah salah satu penyesalan terbesar yang pernah saya lakukan semasa hidup.
Sedikit banyak, kondisi itu yang akhirnya membuat saya menyalahkan diri sendiri. Andai begini, andai begitu sampai tak terasa kalau waktu sudah berjalan begitu lama.
Just because someone stumbles and loses their path, doesn't mean they're lost forever ~ Charles Xavier (X-MEN: DAYS OF FUTURE PAST)
Namun di tahun 2020, saya akhirnya kembali bertemu dengan kesempatan itu lagi.
Di tahun 2020 ini, saya akhirnya mempelajari hal-hal yang dulu mungkin hanya sekadar keinginan, tapi saat ini bisa begitu dekat terjadi. Saya bergabung dengan komunitas baru yang tak pernah saya duga bisa ada di sana. Komunitas baru ini mengenalkan saya pada dunia yang berbeda, sudut pandang berbeda dan tantangan berbeda.
Tampak seperti palu godam yang memukul kepala, hal baru ini seolah menyadarkan saya bahwa Tuhan tidak sesebal itu dengan saya. Saya masih punya kesempatan lain. Bahwa ternyata masih banyak pintu yang belum saya buka untuk menuju ke tujuan yang bertahun-tahun lalu pernah saya lepaskan.
Tak bermaksud lebay atau mendramatisir.
Remember, Red, hope is a good thing, maybe the best of things, and no good thing ever dies ~ Andy Dufresne (THE SHAWSHANK REDEMPTION)
Saya akhirnya tahu apa yang dirasakan Ellis Redding (Morgan Freeman) saat duduk di bawah pohon sambil membaca surat dari Andy Dufresne (Tim Robbins). Oh, THE SHAWSHANK REDEMPTION (1994), adalah salah satu film terbaik yang pernah saya tonton.
Memang, mungkin kali ini langkah saya untuk mencapai ke tujuan yang pernah saya tinggalkan itu bakal jauh lebih berat dan lebih sulit. Tapi saya pun demikian. Meskipun masih sama-sama lajang, saya bukan diri saya sepuluh tahun lalu.
Saat ini, saya siap untuk melangkah lebih jauh daripada biasanya. Berbuat lebih banyak daripada biasanya. Melihat lebih lama daripada biasanya. Bertekad lebih kuat daripada biasanya dan mulut yang tak pernah berhenti berdoa.
Tak asing dengan dialog itu?
Ya, itu saya comot dari novel 5 CM lagi.
Mencoba Menciptakan Resolusi 2021
Dengan 2020 yang menyisakan kurang dari dua pekan saja, tentu saya cukup takut kalau harus menulis atau membayangkan bagaimana resolusi 2021 nanti.
Tak ada yang salah dengan menjadi orang yang takut. Saya selalu percaya bahwa jika kita tahu seperti apa rasanya takut, maka kita pun siap untuk menjadi orang yang berani. Orang yang merasa tak punya ketakutan, tak ada bedanya dengan Firaun yang melintasi Laut Merah dan berakhir tenggelam ditelan lautan bersama para pengawalnya.
Karena saya harus menutup 2020 ini masih menjadi perempuan lajang, tentu tak munafik jika saya menulis bahwa keinginan untuk bertemu dengan the right one akan ada di 2021.
Namun saya ingin menatap dunia yang jauh lebih luas.
| Puncak Pawitra gunung Penanggungan |
Saya ingin kembali ke diri saya yang begitu semangat mencapai puncak gunung Panderman saat hujan. Tak kenal lelah hingga sampai di titik tertinggi gunung Penanggungan. Atau tersenyum lepas melihat keindahan Ranu Kumbolo dari celah teratas Tanjakan Cinta.
| Ranu Kumbolo gunung Semeru |
Saya juga ingin kembali merasakan berjumpa dengan orang-orang asing dan berbagi di tempat yang baru, seperti yang pernah saya lakukan dalam dua kali keikutsertaan saya dalam Kelas Inspirasi.
| Suasana Kelas Inspirasi 5 Malang - 2017 |
Bahkan saya pun ingin berada di tempat yang tak ada seorang pun mengenal saya. Seliar saya bepergian sendiri ke Solo, Balikpapan atau Bukittinggi.
Kebebasan yang sebetulnya tidak pernah pergi ke mana-mana, tapi saya tinggalkan demi berdiam diri dalam gua empat tahun terakhir itulah yang ingin saya rasakan kembali.
Keinginan gila untuk solo travelling pun seolah muncul dalam imajinasi-imajinasi tak terkontrol. Sesuatu yang dalam tahun-tahun terakhir ini seolah saya simpan di dalam lemari yang kuncinya lupa saya letakkan di mana. Ada banyak sekali trip yang ingin saya lewati, termasuk menjelajah Asia Tenggara seorang diri. Bahkan hanya membayangkan saja, sudah membuat saya benar-benar bahagia.
![]() |
| Solo trip Pantai Kemala di Balikpapan |
Dan kali ini, saya tidak akan melepaskannya lagi.
Untuk kalian yang juga ingin meraih mimpi yang sempat hilang, yuk kita buat resolusi 2021. Sekali lagi, mari bersama-sama kita berharap. Karena harapan, adalah kekuatan terbesar yang dimiliki oleh makhluk bernama manusia.
And as frightening as it can be, that pain will make you stronger. If you allow yourself to feel it, embrace it, it will make you more powerful than you ever imagined. It's the greatest gift we have: to bear their pain without breaking. And it comes from the most human part of us: Hope. ~ Professor X (X-MEN: DAYS OF FUTURE PAST)
Artikel ini diikutsertakan dalam minggu tema komunitas Indonesian Content Creator

