Manga/anime ATTACK ON TITAN (AoT) atau SHINGEKI NO KYOJIN (SnK) memang sedang ramai dibicarakan sejak bulan Desember 2020, terutama di Tanah Air.
Kenapa begitu?
Karena dua platform streaming online terpopuler di Indonesia yakni Netflix dan VIU sama-sama menayangkan season final alias musim keempat serial anime AoT ini. Netflix bahkan sudah merilis mulai dari episode pertama di musim kesatu yang tentu makin meningkatkan antusiasme soal AoT.
Di media sosial seperti Twitter, Youtube hingga TikTok, AoT bahkan menjadi salah satu serial anime yang paling banyak dibicarakan. Mereka yang sebelumnya tak tertarik nonton anime, atau bahkan cuma sekadar iseng mengisi waktu selama pandemi Covid-19, langsung terpikat dengan kisah karya mangaka Hajime Isayama itu.
Dalam kondisi seperti ini bisa ditebak, mulai munculnya para fans karbitan ATTACK ON TITAN.
Namun, apakah salah menjadi fans karbitan ATTACK ON TITAN?
Apa Sih Fans Karbitan 'ATTACK ON TITAN' itu?
Kalau bicara soal fans karbitan, mungkin yang terlintas di benak kamu adalah sesuatu negatif. Tak salah memang, karena fans karbitan selalu diidentikkan dengan mereka yang ikut-ikutan ngefans tapi tidak dari awal kehadirannya, melainkan ketika sosok/hal yang dipuja makin populer. Kehadiran fans karbitan ini kadang dicibir oleh para fans yang sudah dari awal setia mendukung dan mengikuti selama bertahun-tahun.
Dalam kasus AoT, fans karbitan ATTACK ON TITAN ditujukan pada mereka yang ikut dalam gelombang kehebohan musim terakhir AoT di awal tahun 2021 ini. Karena baru tahu atau menonton, mereka dianggap 'lebih rendah' dibandingkan para fans setia SnK sejak serial anime itu pertama kali tayang di Jepang tahun 2013 lalu. Bahkan jika dibandingkan lagi dengan pembaca setia manga itu yang selalu menanti tiap bulan di majalah Bessatsu Shōnen sejak tahun 2009, penggemar-penggemar baru ini dianggap suka bikin gaduh, sok paham serta sok update di media sosial.
Kehebohan yang diperlihatkan para fans karbitan ATTACK ON TITAN dari jalur serial anime ini yang begitu tergila-gila dengan Levi Ackerman atau Eren Yaeger, bahkan dianggap mengganggu oleh mayoritas pembaca setia manga SnK.
Tapi, siapa yang tidak kehilangan akal saat melihat Eren di musim keempat serial animenya?
![]() |
| puberty hit him so hard! |
Haha, saya saja sungguh shock waktu melihat trailer serial anime itu dirilis tahun 2020 lalu. Meskipun saya juga membaca manga-nya, saya tetap hamil online kaget melihat tampilan ten packs abs milik Eren yang makin jelas menampar mata ini. Karena terakhir kali saya melihat Eren di tahun 2019 lalu, dia masih seperti ini.
![]() |
| missed Eren's bright green eyes |
'Kemana hilangnya bocah keras kepala asal Shingashina yang 'mewek membik-membik' di depan Historia Reiss itu?'
'Eren pasti mampir ke pusat kebugaran waktu tinggal di Marley selama empat tahun'.
Tak butuh waktu lama dari perilisan trailer itu dan penayangan perdana season final, membuat jumlah fans karbitan ATTACK ON TITAN terus melambung. Seperti yang saya bilang tadi, banyak di antara para manga reader bertingkah superior atas kegaduhan penggemar dadakan ini. Mengingatkan saya pada hype hobi mendaki gunung saat film 5 CM (2012) dirilis.
Namun, apakah salah jika menjadi fans karbitan ATTACK ON TITAN?
Bicara soal karbitan, saya sebetulnya juga bisa dibilang sebagai salah satu fans karbitan ATTACK ON TITAN.
Lhoh, kok?
Ya karena saya mengenal AoT tidaklah dari manga, melainkan dari serial anime-nya pada akhir tahun 2017 atau awal tahun 2018 lalu. Saat itu musim kedua AoT sudah selesai tayang. Saya masih ingat, waktu itu saya menonton AoT sembari mengisi waktu karena GAME OF THRONES (GoT) baru saja menyelesaikan musim ketujuhnya.
Seperti yang kamu tahu, jarak antara musim ketujuh dan musim kedelapan alias season final GoT berjarak hampir dua tahun, yang praktis membuat tahun 2018 saya kosong tanpa White Walkers. Sambil menanti AVENGERS: INFINITY WAR (2018) tayang dan tidak adanya drama Korea yang sangat ditunggu tahun 2018, di awal tahun saya mencoba menonton AoT dari musim pertama.
Tak butuh waktu lama, saya langsung terpikat dengan kisah Eren, Mikasa Ackerman dan Armen Arlert itu dalam membasmi para Titan. Namun sebetulnya alasan terbesar saya tertarik dengan AoT adalah setelah melihat Levi membantai Titan untuk kali pertama di Trost.
I mean, who doesn't fall for this human beyblade?
![]() |
| let me introduce my favorite Heichō... |
Ketika bagian pertama musim ketiganya tayang, AoT pun langsung menyodok ke daftar anime favorit saya. Cukup sebal saat bagian kedua musim ketiga baru tayang di 2019, saya yang tidak sabar mengetahui siapa si pemilik Beast Titan pun memutuskan membaca manga-nya di tahun 2018, hampir satu dekade sejak SnK dirilis pertama kali di Jepang. Saya juga melihat seri AoT versi OVA (Original Video Animation) sampai AoT Junior High School hanya demi melepas rindu pada Levi agar makin paham dengan konflik yang terjadi di pulau Paradis.
Menimbang waktu saya baru mengikuti manga dan serial anime AoT secara lengkap sekitar tiga tahun terakhir, apakah saya termasuk fans karbitan ATTACK ON TITAN?
Bagi para pembaca setia manga SnK, saya pasti kelompok karbitan. Tapi jika boleh membela diri, menjadi penggemar pendatang baru bukanlah sebuah dosa atau kasta rendahan. Karena bagi saya setiap apapun karya seni itu, baik lukisan, lagu, manga, film atau lainnya, akan tetap abadi ketika masih dibicarakan dan menarik perhatian lintas generasi.
Fans karbitan berperan membuat karya seni tetap eksis. Meskipun mereka mungkin hanya mampir dan tidak cukup loyal, kehadiran mereka membuktikan kalau sebuah karya itu memang berkualitas, layak dinikmati dan dibicarakan.
Jadi menurut saya, bukan hal yang memalukan menjadi fans karbitan ATTACK ON TITAN. Seharusnya tak ada yang boleh mencibirmu, meski kamu baru mengenal betapa kerennya Chōsa Heidan yang disebut para iblis pulau Paradis itu di tahun 2021 ini.
Musim Akhir AoT, Tidaklah Boleh Seperti GoT
Jika ada orang yang menyindir kehadiran fans karbitan ATTACK ON TITAN, saya justru happy mengetahui teman-teman saya menonton AoT. Rasanya senang melihat mereka yang sebelumnya cuma terpikat dengan film-film MCU (Marvel Cinematic Universei) atau serial drama Korea, saling berdebat siapa yang lebih keren antara Levi atau Eren, atau lebih cantik mana Mikasa dengan Historia. Meskipun saat ini saya sudah membaca manga-nya hingga chapter Rumbling, rasa-rasanya saya seperti orang yang baru mengenal AoT saat season keempatnya rilis.
Ah, terimakasih kepada Netflix dan VIU, yang akhirnya memberikan wadah untuk melihat Attack Titan, Female Titan, Jaw Titan, Cart Titan, War Hammer Titan, Armored Titan, Colossal Titan, Beast Titan dan Founding Titan secara legal.
Tentu ada kesedihan dan kecemasan saat akhirnya musim pamungkas AoT ini rilis. Sedikit banyak, saya jadi teringat dengan betapa buruknya musim terakhir GoT. Saya bahkan sampai saat ini masih belum bisa memaafkan David Benioff & D.B.Weiss atas kekacauan plot yang mereka perlihatkan di musim kedelapan GoT.
Buat saya, GoT sudah berakhir ketika akhirnya Jon Snow ketahuan sebagai pewaris Iron Throne, karena dialah putra Rhaegar Targaryen dan Lyanna Stark. Selebihnya? Lupakan.
WARNING, SPOILER!
Namun dibandingkan GoT, saya meletakkan kepercayaan yang lebih tinggi kepada Isayama sensei untuk babak akhir AoT baik di serial anime atau manga yang juga menyisakan tiga chapter lagi sebelum akhirnya tamat di bulan April nanti. Hingga saat ini season final AoT sudah memasuki episode ke-9 dan saya telah dibuat terperangah dengan kekacauan yang disebabkan Eren di Marley. Pergantian studio dari WIT ke MAPPA membuat visual AoT jauh lebih gelap dan menegangkan.
Meskipun memang saya lebih suka tampilan wajah karakter AoT yang digarap oleh WIT, tapi saya rasa, MAPPA akan bisa memvisualisasikan Rumbling dengan mengerikan terutama jika melihat adegan penggamparan Gabi Braun luluh lantaknya Marley.
Di musim terakhir ini, sosok Eren memang sudah sangat berbeda. Tak ada lagi Eren yang ngotot, meledak-ledak, diculik, menangis dan diselamatkan Mikasa lagi. Eren kini adalah pemuda berusia 19 tahun dengan tubuh berotot dan seksi yang punya misi sangat jelas, membuat dia dan kedua sahabat kecilnya yakni Mikasa serta Armin bisa hidup sebagai manusia bebas, tanpa perlu harus tertutup tembok lagi. Eren sudah mampu mengontrol kekuatan Titan seutuhnya dan merancang strategi brilian sebelum menghancurkan musuhnya.
Untuk mewujudkannya, Eren yang dulu hanya ingin balas dendam atas kematian Ibunya saat dimakan oleh Titan (yang adalah Ibu tirinya yakni Dina Fritz), merancang tujuan yang lebih besar yaitu memusnahkan umat manusia alih-alih para Pure Titan atau Titan Shifter lain.
Musuh Eren bukanlah Titan.
Musuh Eren adalah umat manusia.
Terdengar mengerikan saat sang protagonis yang menggemaskan berubah jadi villain?
Ah, kalau kalian pernah menonton STAR WARS: EPISODE III - REVENGE OF THE SITH (2005), NO COUNTRY FOR OLD MEN (2007), GONE GIRL (2014) hingga JOKER (2019), tentu bukanlah hal yang aneh jika sang protagonis ada di sisi jahat. Termasuk bagaimana saat Eren akhirnya mengkhiati rekan-rekannya di Survey Corps dan memilih berjalan bersama sang kakak tiri, Zeke Yeager si Beast Titan dalam melakukan Rumbling dan menghancurkan lebih dari setengah populasi manusia di dunia.
the last normal Eren Yeager
Memang saat ini manga AoT juga sedang menuju babak akhir, sehingga ending-nya belum bisa ditebak. Namun melihat bagaimana reaksi para penonton anime AoT saat betapa kejinya Eren meluluh lantakkan Marley hingga memakan War Hammer Titan, adik dari Willy Tybur yang malang, mereka tentu tak akan siap dengan Rumbling mengerikan yang bakal dilakukan Eren dalam wujud Founding Titan nanti.
![]() |
| Eren when turn into Attack Titan, nostalgic |
Tak hanya itu saja, tampaknya akan banyak yang kurang siap dengan suguhan otot-otot meresahkan Eren dan those man bun hair yang membuat Eren menggeser pesona Levi.
Begitu pula saat Eren menyakiti hati Mikasa, bertengkar dengan Armin dan oh, kematian Hange Zoe sampai nyarisnya Levi tewas hingga putusnya kepala Eren, musim akhir anime AoT ini bakal fantastis. Semua adegan dari manga itu jelas akan memenuhi media sosial dalam beberapa pekan mendatang, dan saya tak bisa membantah kalau benar-benar menantikan bagaimana tampilannya di anime.
Tatakae! Tatakae!
Akhirnya, lepas dari kamu adalah fans karbitan ATTACK ON TITAN atau tidak, mari sama-sama menjadi saksi akhir dari salah satu manga terbaik yang pernah ada di sejarah peradaban manusia ini.
SHINZOU WO SASAGEYO!




