Pengertian Sikap dalam Kaitannya dengan Psikologi Sosial
Menurut W.J. Thomas, sikap adalah suatu kesadaran individu yang menentukan perbuatan-perbuatan yang nyata ataupun yang mungkin akan terjadi dalam kegiatan-kegiatan sosial. (Abu Ahmadi, 1998:160)
Dalam batasan mengenai definisi sikap diatas, dapat dikatakan bahwa sikap atau attitude itu selalu mengarah pada suatu hal atau suatu obyek. Obyek-obyek ini bisa berupa benda, manusia, peristiwa, lembaga/organisasi, norma, nilai kemasyarakatan atau hal lainnya.
Jika bertolak pada pertanyaan tutor, maka sebagai manusia, kita semua pernah menunjukkan sikap atau kondisi tertentu dalam kehidupan sehari-hari. Dan pada dasarnya, setiap sikap memiliki fungsi masing-masing terhadap diri individu. Berikut adalah fungsi ‘sikap’ atau attitude dalam kehidupan bermasyarakat dan contoh yang saya lakukan sendiri.
4 Fungsi Sikap dan Contoh-Contoh Bentuk Sikap dalam Kehidupan Sehari-hari
- Sikap berfungsi sebagai alat untuk menyesuaikan diri
Artinya, sikap yang bersifat mengkomunikasikan dengan dilandasi kepentingan bersama dan pengalaman bersama, bisa menjadi rantai penghubung antara orang dengan kelompok.
Contohnya: Saya bersikap untuk berhati-hati memutuskan atau berucap sesuatu di tempat kerja karena ia bisa menjadi boomerang bagi saya apabila rekan kerja salah mengartikan keputusan dan ucapan saya tersebut (miscommunication).
- Sikap berfungsi sebagai alat pengatur tingkah laku
Ini artinya, sebagai dewasa yang secara psikologis memiliki mental sehat, terdapat proses sadar yang berwujud pertimbangan-pertimbangan terhadap berbagai rangsangan untuk kemudian memunculkan reaksi dalam bersikap.
Contohnya: sebagai karyawan di perusahaan jasa, customer first adalah motto pelayanan di tempat saya bekerja. Tidak jarang kami menerima complain, caci-maki dan kata-kata pedas yang memerahkan telinga. Akan tetapi, tentu kami harus bisa menempatkan diri dan mengatur tingkah laku terhadap rangsangan psikologis yang dilakukan oleh pelanggan kami setiap harinya. Kami bersikap dengan mendengarkan seksama setiap keluhan dan memberikan solusi dengan kepala dingin. Pengaturan tingkah laku dalam bersikap ini didasarkan agar pelanggan tidak kapok menggunakan jasa kami.
- Sikap berfungsi sebagai alat pengatur pengalaman-pengalaman
Maksudnya adalah, sikap dapat digunakan sebagai alat untuk bertindak atau tidak bertindak dalam merespons setiap rangsangan yang pernah ada yang dituangkan dalam pemberian nilai dan pengambil keputusan sehari-hari.
Contohnya: suatu hari, saya pulang larut malam. Jalanan menuju rumah kost temaram karena kurang pencahayaan. Sambil melaju santai, tiba-tiba roda kendaraan saya terperosok dan saya hampir jatuh terjungkal. Ternyata di sisi jalan yang saya lewati terdapat lubang (obyek). Saya tidak tau mengapa tiba-tiba ada lubang disitu. Keesokan harinya, di waktu dan kondisi yang sama, saya mengolah pengalaman sebelumnya untuk diekspresikan dalam bentuk sikap yakni menghindari ruas jalan yang berlobang tersebut. Sikap ini didasarkan pengalaman agar saya tidak terjatuh di lubang yang sama.
- Sikap berfungsi sebagai pernyataan kepribadian
Sikap dapat dijadikan rujukan untuk melihat kepribadian seseorang. Dengan mempertimbangkan aspek kognitif, afektif dan konatif, kita bisa menilai pribadi seseorang dengan melihat respons sikapnya terhadap suatu obyek tertentu. Karena sikap tidak pernah terpisah dari pribadi yang mendukungnya.
Contoh: saya paling tidak suka melihat fenomena adanya ormas-ormas tertentu yang berbuat semena-mena atas dasar keyakinan religius tanpa mengindahkan prosedur hukum yang berlaku. Sikap saya ini didasari pada kepribadian saya yang menyukai ketenangan, keteraturan hukum, law and order. Di tempat kerja, saya juga paling lantang menegur pribadi-pribadi yang melanggar aturan main (SOP) perusahaan. Karena hal tersebut akan memicu perselisihan dan menjadi bomb waktu di kemudian hari.
Selain pendapat mengenai 4 fungsi sikap diatas, terdapat pula pendapat lain mengenai fungsi-fungsi sikap terhadap individu, yakni:
- Sikap berfungsi sebagai pengetahuan
Dalam hal ini, fungsi sikap dapat membentu individu menginterpretasi stimulus baru dan memilih respons yang sesuai. Ini berkaitan dengan fungsi sikap sebagai alat pengatur pengalaman-pengalaman seperti uraian diatas.
- Sikap berfungsi sebagai perbandingan sosial
Sikap, juga dapat digunakan proses pembelajaran dengan perbandingan penilaian antara diri dengan oranglain mengenai pendapat apakah sesuai itu benar atau salah. Ini berkaitan dengan sikap sebagai alat untuk menyesuaikan diri dan sebagai pernyataan kepribadian.
- Sikap berfungsi identitas
Identitas seseorang sebagai makhluk individu dan sosial dapat dilihat dari sikapnya dalam menilai dan merespons terhadap suatu rangsangan. Ini berkaitan dengan pernyataan bahwa sikap sebagai pernyataan kepribadian individu.
- Sikap berfungsi sebagai pertahanan diri
Sikap dapat melindungi seseorang individu dari penilaian negatif, seperti sikap dalam bermasyarakat. Dalam contoh ini, saya pribadi mencontohkan sebagaimana dalam uraian sikap sebagai alat untuk menyesuaikan diri.
- Sikap berfungsi sebagai harga diri
Sikap seseorang dapat dijadikan alat untuk menjaga dan meningkatkan harga diri. Sifat ini dikaitkan dengan sikap sebagai alat untuk menyesuaikan diri dan alat pengatur tingkah laku.
- Sikap berfungsi sebagai pemberian motivasi kesan
Fungsi ini diartikan bahwa sikap seseorang dapat berfungsi mengarahkan oranglain untuk memberikan penilaian atau kesan positif.
Kesimpulannya, sikap seseorang dalam kehidupan sehari-hari memiliki fungsi masing-masing terhadap individu tersebut. Fungsi sikap tersebut dipengaruhi oleh rangsangan atau obyek yang mendasarinya. Ini nampak jelas dari definisi sikap itu sendiri.
Sumber:
- BMP ADPU4218 Psikologi Sosial – Universitas Terbuka
- digilib.uinsby.ac.id
- ocw.upj.ac.id