Ciri-ciri Administrasi Negara/Administrasi Publik Berbeda Dengan Administrasi Niaga

 Mengapa Administrasi Negara berbeda dengan Administrasi Niaga atau Bisnis? Apakah ada hubungan antara keduanya? Tentunya ada. Hubungan administrasi negara dengan administrasi niaga adalah hubungan unik mirip konsep ying dan yang dalam filosofi Konfusius.  Ilmu Administrasi Negara dibatasi oleh Administrasi Niaga pun begitu sebaliknya. Administrasi Niaga atau Swasta dibatasi geraknya oleh Administrasi Negara. Persamaan keduanya selain sebagai ilmu dan seni adalah bahwa kedua ilmu ini memiliki aturan organisasi dan manajemen yang bertujuan sama, yaitu sebuah proses untuk mencapai kesepakatan dan tujuan-tujuan organisasi. Lantas apa saja contoh perbedaan Administrasi Negara dengan Administrasi Niaga? Berikut adalah ciri ciri administrasi negara yang berbeda dengan administrasi niaga


Apakah perbedaan administrasi negara dengan administrasi niaga adalah sama dengan hubungan administrasi negara dengan administrasi publik? Menurut Allison (1980) terdapat beberapa ciri administrasi negara/administrasi publik yang membedakannya dengan administrasi bisnis (niaga/swasta). Dibawah adalah penjelasan dan uraiannya:
  • Tidak tergantung pada pasar
    Administrasi Negara tidak bergantung kepada pasar. Artinya kondisi pasar dan harga-harga, nilai tukar-jual-beli tidak mempengaruhi Administrasi Negara sebagaimana negara tidak boleh diintervensi oleh spekulan pasar, misalnya. Inilah perbedaan mendasar antara administrasi negara dengan administrasi niaga.
  • Terlalu tergantung pada pengaruh formal (formalistik)
    Dalam administrasi niaga, secara hirarki memang ada batasan-batasan tipis antara atasan dan bawahan. Hanya saja batasan tersebut tidak bersifat politis yang menekan. Administrasi Niaga mengutamakan efisiensi dan efektivitas kerja demi berjalannya organisasi yang menghasilkan profit. Itu adalah salah satu perbedaan hubungan administrasi negara dan niaga terhadap pelaku-pelakunya.
  • Pengaruh politik sangat kuat (faktor eksternal)
    Administrasi Negara berhubungan dengan policy making dan ruling sebuah kebijakan politik yang mempengaruhi satu pihak terhadap pihak lain. Jadi faktor politik sangat lah kuat dalam administrasi negara karena ini bersentuhan langsung dengan kekuasaan yang bersifat monopolistis.
  • Bersifat monopolistis
    Seperti disinggung diatas, monopolistis dimaksudkan bahwa produk administrasi negara bersifat mutlak yang dirancang satu pihak (negara) dari rakyat dan idealnya diperuntukkan bagi rakyat. Sehingga mau tidak mau, produk ini (berupa regulasi) harus diterapkan, ditaati dan memiliki kekuatan hukum yang mengikat.
  • Memberi dampak yang sangat luas
    Dampak admnisitrasi negara dapat menyentuh ranah wilayah administrasi niaga. Ini dikarenakan peraturan yang diterapkan pada administrasi negara menyangkut hajat hidup dan berbagai organisasi publik dalam suatu negara. Dan tidak menutup kemungkinan akan berpengaruh juga terhadap hubungan luar negeri antar negara.
  • Kegiatannya mendapat penilaian dari publik
    Sesuai dengan komponen-komponen administrasi negara, produk dari proses administrasi negara bersinggungan langsung dengan publik dan oleh karenanya feed back atau umpan balik masyarakat akan segera dapat dirasakan baik yang pro maupun kontra dengan putusan-putusan proses administrasi negara
  • Mendapat harapan dari publik agar kegiatan tersebut dilakukan secara adil, responsif, tanggungjawab dan jujur
    Karena berkaitan dengan kepentingan masyarakat banyak, tentu publik menaruh harapan pada administrasi negara untuk dapat menerapkan aturan-aturan yang ditetapkan secara adil, responsif, tanggungjawab dan jujur.

Beberapa kriteria yang membedakan administrasi negara dengan administrasi swasta menurut Allison diantaranya juga:

  1. Tujuan dan kriteria yang ditetapkan sangat kompleks, kurang jelas, tidak mudah diukur
  2. Mendapat otoritas yang terbatas, lemah, sering kali enggan mendelegasikan wewenang, terlalu ditekan secara politis dari atas
  3. Terlalu hati-hati akhirnya menjadi kaku dalam bertindak; ditandai dengan penunjukkan dan pengangkatan personil baru
  4. Sulit menentukan insentif berdasarkan kinerja yang ada
  5. Terdapat variasi yang tinggi dari karakteristik pribadi personil
  6. Kepuasan kerja dan komiten yang rendah terhadap organisasi

Posting Komentar

© Dipinterin. All rights reserved. Developed by Dipinterin